Bela Menkes Terawan, Teddy PKPI: Mata Najwa Cuma Acara Cari Makan

Reza Gunadha, Hernawan

Rabu, 30 September 2020 | 12:59 WIB
Bela Menkes Terawan, Teddy PKPI: Mata Najwa Cuma Acara Cari Makan
Najwa Shihab wawancarai kursi kosong Menkes Terawan (YouTube/MataNajwa)

Suara.com - Politikus PKPI Teddy Gusnaidi ikut berkomentar soal hebohnya tayangan Mata Najwa memawancarai kursi kosong, sebagai pengganti Menteri Kesehatan Terawan yang absen dan tak memenuhi undangan Najwa Shihab.

Lewat akun Twitter pribadinya, Teddy Gusnaidi mempertanyakan apakah kedatangan Menkes Terawan adalah kewajiban sehingga apabila tak datang akan dipermalukan seperti apa yang dilakukan oleh Najwa Shihab.

"Apakah sebuah kewajiban harus datang ke Mata Najwa sehingga jika tidak datang bisa dipermalukan seperti ini?" tukasnya, Selasa (29/9/2020).

Teddy juga mengatakan, Najwa Shihab seharusnya tidak terlena dengan pujian. Pasalnya dia dipuji bukan karena pribadinya, melainkan karena pekerjaannya yang mengizinkan mengorek narasumber.

"Ini yang pernah saya katakan bahwa Najwa jangan terlena pujian, karena dia dipuji bukan sebagai pribadinya, tapi karena pekerjaan yang memperbolehkan mengorek narasumber," imbuh Teddy.

Cuitan Teddy Gusnaidi Tantang Najwa Shihab (Twitter/@TeddyGusnaidi).
Cuitan Teddy Gusnaidi Tantang Najwa Shihab (Twitter/@TeddyGusnaidi).

Lebih lanjut lagi, Teddy Gusnaidi menuturkan Menkes Terawan selama ini tentu bekerja dan ikut memerangi pandemi covid-19. Ia juga tampak tidak sepakat apabila Menkes Terawan disebut hilang dari media.

"Apakah Pak Menkes Terawan diam saja selama ini? Tentu tidak karena terus bekerja menangani pandemi ini. Apakah di media beliau menghilang? Tidak juga, di pemberitaan masih ada," ujarnya seperti dikutip Suara.com.

Ia kemudian kembali melontarkan pertanyaan sinis, yakni apakah menjadi sebuah aib apabila Menkes Terawan tidak memenuhi panggilan untuk datang kepada Najwa Shihab.

"Terawan hanya tidak datang ke Mata Najwa saja, apakah itu aib?" tanyanya.

Teddy Gusnaidi juga mengatakan, mempermalukan narasumber yang tak datang sebagaimana dilakukan oleh Najwa Shihab tentu bukan hal yang benar.

Sebab, acara Mata Najwa bukan istitusi hukum yang mewajibkan siapa yang diundang datang.

"Mata Najwa bukan institusi hukum yang jika ada WNI dipanggil wajib datang, Mata Najwa hanya acara biasa yang mencari makan dari iklan di media," kata Teddy.

Dalam cuitannya, Politisi PKPI ini juga menyinggung sejumlah kesalahan Najwa Shihab yang sampai saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Menurut Teddy, Najwa Shihab dan acaranya pernah diam seribu bahasa, tidak berani melakukan investigasi terkait platform baru milik kakaknya yang mendapatkan proyek besar kartu pekerja, meskipun usia platformnya masih seumur jagung.

"Sampai detik ini dia diam," tegasnya.

Teddy Gusnaidi juga mengungkit Najwa Shihab yang hingga saat ini tidak berani menjawab ketika mengeluarkan pernyataan tanpa data yang valid mengenai DPR.

Politisi PKPI ini mengatakan ia hanya diam seribu bahasa ketika melakukan kesalahan fatal dan tidak meminta maaf sama sekali.

"Kalau bicara aib, maka Najwa Shihab baru berani bertanggungjawab atas kekonyolannya menuduh DPR yang ternyata tanpa data. Najwa juga harus berani investigasi perusahaan kakaknya yang dapat project kartu prakerja," kata Teddy.

"Berani tidak Najwa lakukan itu? Tidak ternyata sampai detik ini," lanjutnya.

Teddy Gusnaidi juga menegaskan bahwa ia menunggu Najwa Shihab untuk duduk di kursinya guna menjelaskan tuduhan tanpa datanya ke DPR dan melakukan investigasi terhadap perusahaan kakaknya. Pasalnya, Teddy mengatakan bahwa ini sudah didiamkan selama berbulan-bulan.

Teddy Gusnaidi mengganti tagar Mata Najwa Menanti Terawan menjadi Mata Najwa Menanti Najwa.

Ia mengaku ingin melihat apakah Najwa Shihab berani membahas tuduhannya ke DPR yang tanpa data dan melakukan investigasi ke perusahaan kakaknya.

"Mari kita tunggu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sabarnya Najwa Shihab, Sudah Nunggu Menkes Terawan, Jadi Fans Arsenal Pula

Sabarnya Najwa Shihab, Sudah Nunggu Menkes Terawan, Jadi Fans Arsenal Pula

News | Selasa, 29 September 2020 | 21:04 WIB

10 Pertanyaan Najwa Shihab untuk Menkes Terawan

10 Pertanyaan Najwa Shihab untuk Menkes Terawan

News | Selasa, 29 September 2020 | 20:52 WIB

Interview Kursi Kosong Ala Najwa Shihab Juga Terjadi di Negara Lain

Interview Kursi Kosong Ala Najwa Shihab Juga Terjadi di Negara Lain

News | Rabu, 30 September 2020 | 08:50 WIB

Terkini

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:59 WIB

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:35 WIB

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:33 WIB

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:28 WIB

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:01 WIB

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:22 WIB

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:19 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB