Keruk Kali di Tebet, Pemprov DKI Kerahkan Tujuh Ekskavator dan 20 Truk

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Keruk Kali di Tebet, Pemprov DKI Kerahkan Tujuh Ekskavator dan 20 Truk
Alat berat melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (22/9). [Suara.com/Alfian Winanto]

Program ini dijalankan sejak bulan Maret sampai Desember mendatang.

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta melanjutkan program grebek lumpur untuk penanganan banjir. Salah satu lokasi yang dikeruk adalah kali Baru Barat, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf, mengatakan kali yang berada tepat di pinggir jalan raya ini kerap meluap jika ada hujan intensitas tinggi. Karena itu pihaknya memilih untuk mengeruk lumpur di saluran air ini.

Pengerukan lumpur di Kali Baru Barat, Juaini mengerahkan tujuh unit eskavator dan 20 truk untuk mengangkut lumpurnya. Setelah itu lumpur tersebut akan dibuang ke Ancol, Jakarta Utara.

"Ini kami rencanakan seminggu atau dua minggu ke depan. Tujuannya sama yaitu untuk menambah kapasitas daripada aliran sungai ini supaya ketika hujan daya tampungunha jadi lebih banyak," ujar Juaini di lokasi, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: 113 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara Selama PSBB Jilid II

Program ini dijalankan sejak bulan Maret sampai Desember mendatang.

Tak hanya kali baru, beberapa waduk, polder, hingga saluran mikro, saluran PHB dan sebagainya sudah dan akan dikeruk menjelang musim hujan ini.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan kami untuk mengeruk lumpur di seluruh tempat aliran air tidak berkurang. Justru ditingkatkan, karena musim hujan mulai mendekati Jakarta,” jelasnya.

Ia menyebut pengerukan saluran air sangat penting untuk dapat mencegah luapan air ke permukiman warga. Dengan daya tampung saluran dan yang bertambah karena sidementasinya dikeruk, maka air tetap bisa dialirkan.

Dalam pelaksanaannya, dana program Grebek Lumpur ini memakai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020. Pengerjaannya dilakukan memakai sistem swakelola, lewat anggaran senilai Rp 80 miliar pemeliharaan yang ada di dinas maupun di suku dinas.

Baca Juga: Larang Makan di Tempat, Pemprov DKI Belum Kaji Penularan Corona di Restoran

“Program Grebek Lumpur diadakan di seluruh wilayah di DKI Jakarta, dari bulan Maret sampai akhir Desember 2020,” pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS