Unggah Video Anggota Batuk-Batuk, Akun IG Tim Prabu Diserbu Warganet

Rifan Aditya

Kamis, 08 Oktober 2020 | 18:35 WIB
Unggah Video Anggota Batuk-Batuk, Akun IG Tim Prabu Diserbu Warganet
Anggota Tim Prabu batuk-batuk saat bentrok dengan massa aksi tolak UU Cipta Kerja (Instagram @praburestabesbandung)

Suara.com - Bentrokan terjadi dalam aksi mahasiswa menolak Ominus Law dan UU Cipta Kerja di Bandung, Rabu (7/10/2020) malam. Akun Instagram Tim Prabu Polrestabes Bandung, @praburestabesbandung mengunggah sebuah video yang berkaitan dengan kerusuhan tersebut.

Dalam video yang diunggah pada Rabu (7/10/2020) malam, terlihat seorang anggota tim Prabu terkapar di trotoar. Ia tampak tidak memakai helm dan batuk-batuk.

Seorang anggota lain yang terlihat berdiri di sebelah juga batuk-batuk. Keduanya diduga terkena efek gas air mata.

Lalu datang anggota berikutnya yang memberi air mineral kepada dua polisi yang khusus menindak kejahatan jalanan tersebut.

"Itu ada air. Bang, minum bang," ujar orang yang merekam video.

Sementara itu tak jauh dari lokasi dua anggota tim Prabu yang batuk-batuk ini terlihat barikade polisi. Mereka berlindung dengan tameng dari benda-benda yang dilemparkan oleh massa.

"Semoga selalu diberi perlindungan dari Allah dalam setiap langkah kami," tulis @praburestabesbandung.

Video tersebut pun viral di media sosial dan mendapat banyak komentar. Postingan itu diserbu oleh warganet yang mempertanyakan aksi penyerangan oknum polisi ke kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba).

Anggota Tim Prabu batuk-batuk saat bentrok dengan massa aksi tolak UU Cipta Kerja (Instagram @praburestabesbandung)
Anggota Tim Prabu batuk-batuk saat bentrok dengan massa aksi tolak UU Cipta Kerja (Instagram @praburestabesbandung)

"Punten pak itu yang pas di kampus Unisba tea bakal tayang gak pak di ***** tv soalnya saya gak ada di situ penasaran jadi pingin nonton soalnya kampus saya rusak katanya pak," tanya @h***.

"Dimohon pak jangan sampai serang ke kampus, aturan harus tetep dipatuhi pak, bapak polisi yang terhormat kan penegak hukum dan penegak aturan, kenapa harus anda melawan aturan juga?" tanya @d*****.

Seorang warganet merasa pihak yang pantas disalahkan adalah DPR. Ia menulis komentar, "Akibat DPR jadinya pihak kepolisan dan masyarakat yang diadu, sedangkan mereka? Mungkin sedang duduk sambil makan kwaci, atau lagi ngudud sambil ngopi, entahlah".

Rekaman tersebut telah disaksikan lebih dari 17 ribu kali oleh warganet dan mendapat 300 komentar dalam waktu kurang dari 24 jam pasca diunggah. Video selengkapnya dapat disaksikan di sini.

Pemicu Bentrok

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya aksi penolakan UU Cipta Kerja di Gedung DRPD Jabar, Kota Bandung, pada Selasa (6/10/2020) disusupi kelompok perusuh. Sebab, masa aksi dari elemen buruh dan mahasiswa sudah membubarkan diri sejak sore hari.

"Untuk aksi buruh dan mahasiswa, yang mana buruh sudah selesai, mahasiswa sudah selesai, nah kemudian ada kelompok di luar mahasiswa, melakukan tindakan anarkis dan melakukan penimpukan terhadap anggota," kata Ulung.

Pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang diduga melakukan pengerusakan dan membuat rusuh saat demo.

"Kemungkinan ada sekitar 10 yang diamankan petugas reserse atau prabu kita masih lakukan pemeriksaan," ujar Ulung.

Kampus Diserang

Sementara itu, tercatat ada 138 massa aksi terluka dari ringan hingga berat, akibat terkena gas air mata, peluru karet dan terkena serangan pihak aparat kepolisian.

Massa aksi yang menjadi korban dilarikan ke kampus Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari Bandung untuk mendapat pertolongan pertama, mahasiswa lainnya masuk ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk berdiam diri. Sampai dengan pukul 20.30 WIB kondisi mulai kondusif. Mahasiswa mulai beranjak pulang.

Namun kondisi kembali memanas, sekira pukul 21.20 WIB polisi masih mengejar dan menyerang mahasiswa dengan menembakkan gas air mata dan beberapa kali tembakan di area kampus Unisba dan Unpas tang terletak di Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Seorang mahasiswa Fikom Unisba yang juga korban penembakan, Fikri Nur jannah mengungkapkan, saat itu ia hendak pulang karena merasa kondisi telah kondusif. Namun beberapa polisi tiba-tiba muncul dari arah Taman Radio menuju ke Tamansari bawah.

Mereka mengejar mahasiswa dan melepaskan tembakan peluru karet. Ia mengaku terkena dua kali tembakan di bahu kanan.

“Jadi tadi jam 21.00 WIB sudah clear area (Unisba) sampe di Toga (segitiga Tamansari Unisba), tiba-tiba ada motor polisi, aku kena di belakang ditembak dua kali kena bahu kanan,” ungkapnya kepada Suarajabar.id ditemui di Kampus Unisba, Rabu (7/10/2020) malam.

“Kena di bahu kanan, kena peluru dua kali panas rasanya, naik motor polisinya tapi yang ikutin satu motor. Cuman di belakang banyak motor,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Demo Ricuh, Gedung DPRD Kota Tegal Penuh Coretan, Wasmad Dibawa-bawa

Usai Demo Ricuh, Gedung DPRD Kota Tegal Penuh Coretan, Wasmad Dibawa-bawa

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2020 | 18:32 WIB

Bentrokan Pecah! Gema Revolusi Menggaung di Depan Istana Kepresidenan Bogor

Bentrokan Pecah! Gema Revolusi Menggaung di Depan Istana Kepresidenan Bogor

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2020 | 18:31 WIB

Demo Tolak Omnimbus Law, Tiga Kendaraan di Balai Kota Jakarta Rusak

Demo Tolak Omnimbus Law, Tiga Kendaraan di Balai Kota Jakarta Rusak

News | Kamis, 08 Oktober 2020 | 18:31 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB