Kemudian, hasil pembedahan post mortem atau nekropsi sementara hasilnya ada pendarahan di otot jantung, penebalan ventrikel di otot jantung dan adanya pembengkakan pada organ hati.
"Dugaan sementara dari tim dokter yang menangani perawatan, gajah betina tersebut mati disebabkan oleh tetanus," katanya.
Sementara itu, bangkai gajah Yanti telah di kubur agar Alfa, gajah jantan pasangan Yanti di Taman Rimba Jambi tidak mengalami stres.
Wisnu juga mengatakan bahwa penyakit tetanus tersebut tidak menular. "Penyakit tetanus ini tidak menular, selain itu kandang Yanti sudah disemprot desinfektan," tandasnya.