Minta Keselamatan Melaut, Warga Pariaman Gelar Ritual Tolak Bala

Erick Tanjung
Minta Keselamatan Melaut, Warga Pariaman Gelar Ritual Tolak Bala
Pelaksana Tugas Walikota Pariaman, Sumbar Mardison Mahyuddin sedang memberikan sambutan pada kegiatan ratik tolak bala di Desa Taluk, Pariaman Selatan. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

Ritual tersebut dilakukan karena saat ini ekonomi nelayan di daerah itu merosot serta ada seorang nelayan di Pariaman tenggelam saat menangkap ikan di laut.

Suara.com - Warga Desa Taluk, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar ritual tolak bala untuk meminta keselamatan saat melaut dan kelancaran rezeki kepada Tuhan.

"Kegiatan ini sesuai dengan kondisi saat ini, tentu hikmahnya ada. Dan Desa Taluk merupakan satu-satunya desa yang melaksanakan ritual ratik tolak bala di Kota Pariaman," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin usai menghadiri pembukaan ritual ratik tolak bala di Pariaman Selatan, Senin (12/10/2020).

Mardison mengatakan ritual tersebut dilakukan karena saat ini ekonomi nelayan di daerah itu merosot serta ada seorang nelayan di Pariaman tenggelam saat menangkap ikan di laut yang jasadnya hingga sekarang tidak ditemukan.

Ia berharap tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut dapat tercapai sehingga dapat kembali mengangkat ekonomi nelayan dan selamat saat menangkap ikan.

Baca Juga: 5 Gubernur Surati Jokowi Sampaikan Aspirasi Menolak UU Cipta Kerja

Ia juga berharap kegiatan tersebut ditingkatkan yang tidak saja dilaksanakan tingkat desa namun hingga tingkat kota serta menjadi destinasi wisata budaya sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Kegiatan ini akan kami bahas di pemerintahan karena ini sesuai dengan visi dan misi kami untuk mengangkat budaya yang ada di Pariaman," ujarnya.

Mardison mengapresiasi warga Desa Taluk yang tetap mempertahankan budaya lokal setempat dengan menggelar ratik tolak bala.

Sementara itu, Kepala Desa Taluk Ismet Zuhri mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun dan dilaksanakan selama tiga hari.

"Untuk siang ini berdoa makan bersama dan nanti malam usai Shalat Isya kegiatan dilaksanakan," kata dia.

Baca Juga: Jika Lahir di Padang dan Muka Mirip Ortu, Kalian Bakal Digadai

Malam nanti, lanjutnya warga di daerah itu mengelilingi desa dengan melafalkan zikir dengan harapan permintaannya dikabulkan oleh Allah SWT.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS