WHO Tetiba Kecam Lockdown, Donald Trump: Mereka Akui Saya Benar!

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:05 WIB
WHO Tetiba Kecam Lockdown, Donald Trump: Mereka Akui Saya Benar!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Suara.com - Presiden Donald Trump sangat senang ketika mendengar pernyataan baru-baru ini oleh seorang pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia bahwa mengecam lockdown.

"Organisasi Kesehatan Dunia, apakah Anda melihat apa yang terjadi? Mereka keluar beberapa saat yang lalu dan mereka mengakui bahwa Donald Trump benar," ujar Trump saat rapat umum di Sanford, Florida setelah pulih dari virus corona, disadur dari New York Post, Selasa (13/10/2020).

"Lockdown membuat kerusakan yang luar biasa pada negara-negara bagian yang dikelola Demokrat di mana mereka dikunci, ditutup. Tingkat bunuh diri, tingkat narkoba, alkoholisme, kematian dalam berbagai bentuk. Anda tidak bisa melakukan itu," sambung Trump.

Trump mengecam capres dari Partai Demokrat Joe Biden karena mengatakan pada bulan Agustus bahwa dia akan memberlakukan kembali pembatasan yang ketat jika para ilmuwan menyarankannya.

"Biden akan menghentikan pemulihan kami, menunda vaksin, memperpanjang pandemi, dan memusnahkan ekonomi Florida dengan lockdown yang kejam dan tidak ilmiah - itulah yang ingin dia lakukan, menguncinya, mengunci semua orang," kata Trump.

Presiden Amerika Serikat  Donald Trump . [Foto / AFP]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

"Dan Anda tahu apa? Jika Anda merasa tidak enak untuk pergi keluar, tetaplah, rileks, diam. Anda tahu kelompok risikonya, Anda tahu orang yang lebih tua." tambah Trump.

Dr David Nabarro, salah satu utusan WHO mengatakan minggu ini dalam sebuah wawancara video dengan majalah Spectator bahwa tindakan pembatasan wilayah atau lockdown hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir.

"Kami di Organisasi Kesehatan Dunia tidak menganjurkan lockdown sebagai cara utama pengendalian virus ini," kata Nabarro.

"Satu-satunya saat kami yakin bahwa lockdown dapat dibenarkan adalah untuk memberi Anda waktu untuk mengatur ulang, menyusun kembali, menyeimbangkan kembali sumber daya Anda, melindungi petugas kesehatan Anda yang kelelahan, tetapi pada umumnya, kami lebih suka tidak melakukannya." jelasnya.

Nabarro mengatakan pembatasan yang ketat menyebabkan kerugian yang signifikan, terutama pada ekonomi global.

"Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin," katanya.

Nabarro menambahkan bahwa lockdown telah berdampak parah pada negara-negara yang ekonominya bertumpu pada sektor pariwisata.

"Lihat saja apa yang terjadi pada industri pariwisata di Karibia, misalnya, atau di Pasifik karena orang-orang tidak berlibur," kata Nabarro kepada majalah tersebut.

"Lihat apa yang terjadi pada petani kecil di seluruh dunia. Lihat apa yang terjadi pada tingkat kemiskinan. Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kami mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat kasus malnutrisi anak." sambungnya.

Dalam sebuah artikel di 4sd.info, laman internet mengenai upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan, Nabarro menyatakan bahwa kondisi saat ini memang menjadi tantangan yang rumit bagi para pemimpin negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Klaim Sudah Sembuh, Berapa Lama Pasien Covid-19 Harus Isolasi?

Donald Trump Klaim Sudah Sembuh, Berapa Lama Pasien Covid-19 Harus Isolasi?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Trump Ancam Alien dengan Kekuatan Militernya

Trump Ancam Alien dengan Kekuatan Militernya

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Dokter Gedung Putih Nyatakan Presiden Trump Sembuh dari Covid-19

Dokter Gedung Putih Nyatakan Presiden Trump Sembuh dari Covid-19

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 06:46 WIB

Terkini

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:37 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:17 WIB

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:07 WIB

Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia

Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:55 WIB

Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3

Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:54 WIB

YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat

YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:51 WIB

Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader

Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:46 WIB

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:40 WIB