Pemerintah Beli Vaksin yang Belum Jelas, Epidemiolog UI: Saking Paniknya

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 14 Oktober 2020 | 19:05 WIB
Pemerintah Beli Vaksin yang Belum Jelas, Epidemiolog UI: Saking Paniknya
Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/Martin Sanchez)

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, menilai pemerintah terlalu buru-buru melakukan negosiasi pengadaan vaksin Covid-19 dengan negara lain yang belum tentu cocok disuntikan ke rakyat Indonesia.

Pandu mengatakan hingga hari ini belum ada negara pembuat vaksin di dunia yang lolos uji klinis fase III. Sehingga dia menilai pemerintah seharusnya tidak usah terburu-buru membeli vaksin.

"Karena saking paniknya mungkin, membeli semua kandidat vaksin yang belum selesai, belum tahu apakah dia efektif atau aman, jadi mungkin saja November itu benar-benar sudah ada vaksin yang sudah dibeli dari sinovac dateng, tapi gimana dong? studi belum selesai," kata Pandu dalam diskusi CSIS Indonesia, Rabu (14/10/2020).

Dia menilai pemerintah saat ini hanya ingin cara instan saja dengan mengatakan vaksin dapat menghentikan pandemi covid-19, padahal pandemi hanya bisa dikendalikan tidak bisa dihentikan.

"Keputusannya akan mengabaikan scientific procedur, jadi akan didasarkan pada keputusan politik yang saya khawatirkan adalah badan POM akhirnya atas nama emergency mengizinkan, ini kan berbahaya sekali menurut saya," ucapnya.

Pandu berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki integritas yang tinggi sebelum menyatakan vaksin yang dibeli pemerintah aman untuk disuntikan ke 270 juta rakyat Indonesia.

Diketahui, Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir, dan tim Kementerian Kesehatan saat ini tengah melakukan perjalanan ker London, Inggris, serta Kota Bern dan Jenewa di Swiss demi menjalin kerja sama atas vaksin virus corona (Covid-19).

Sementara dalam konteks multilateral, Retno akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI, dan CEPI dalam Framework COVAX Facilities.

Sejauh ini Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan biofarma China, Sinovac Biotech Ltd dalam uji klinis fase III yang diuji Universitas Padjajaran dan PT Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain itu Indonesia juga melakukan pembicaraan antara Wuhan Institute Biological Products melalui BUMN PT Kimia Farma.

Indonesia juga dikabarkan bekerja sama dengan Genexine asal Korea Selatan melalui perusahaan swasta, PT Kalbe Farma.

Di sisi lain, Indonesia juga mengembangkan vaksin dalam negeri bernama Vaksin Merah Putih yang diproduksi oleh PT Bio Farma bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog UI: Uji Klinis Fase III Vaksin Sinovac di Bandung Ecek-Ecek

Epidemiolog UI: Uji Klinis Fase III Vaksin Sinovac di Bandung Ecek-Ecek

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:58 WIB

Dapat Jatah Vaksin Covid-19, Pemkab Bogor Akan Prioritaskan Ini

Dapat Jatah Vaksin Covid-19, Pemkab Bogor Akan Prioritaskan Ini

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:38 WIB

Duh, 69 Persen Masyarakat Ragu dengan Keampuhan Vaksin Covid-19 dari China

Duh, 69 Persen Masyarakat Ragu dengan Keampuhan Vaksin Covid-19 dari China

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:43 WIB

Muncul Penyakit Misterius, Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dihentikan

Muncul Penyakit Misterius, Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dihentikan

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Bio Farma Ungkap Harga Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac, Berapa?

Bio Farma Ungkap Harga Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac, Berapa?

Riau | Selasa, 13 Oktober 2020 | 21:13 WIB

Terkini

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:17 WIB