alexametrics

Menkop UKM Klaim 10,25 juta UMKM Terkoneksi Ke Platform Daring

Erick Tanjung
Menkop UKM Klaim 10,25 juta UMKM Terkoneksi Ke Platform Daring
Menteri Koperasi Usaha Kecil dan UMKM, Teten Masduki saat mengunjungi pameran furnitur di Jogja Expo Center, Sabtu (14/3/2020). [Mutiara Rizka M / SuaraJogja.id]

"Saat ini saya kira jumlah UMKM yang terhubung ke platform digital telah meningkat sekitar 10,25 juta atau 16 persen," kata Teten.

Suara.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengatakan saat ini sekitar 10,25 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM telah terkoneksi ke platform digital.

"Saat ini saya kira jumlah UMKM yang terhubung ke platform digital telah meningkat sekitar 10,25 juta atau 16 persen pelaku UMKM yang sudah terhubung ke platform digital," kata Teten dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Teten menilai hal saat ini yang cukup baik adalah kemitraan dengan platform digital yang memberikan akses pasar kepada UMKM. Oleh karena itu transformasi digitalisasi juga menjadi agenda Kemenkop UKM.

Hal ini dikarenakan bagi UMKM yang paling menjadi problem adalah mereka tidak punya kemampuan dalam menyewa tempat usaha di lokasi-lokasi yang strategis.

Baca Juga: Tinggal 4 Hari Lagi, Ini Cara Daftar Program Bantuan UMKM dari Facebook

Terlebih lagi saat ini dengan pola konsumsi yang berubah, bukan saja karena pandemi Covid-19, di mana trennya sudah mengarah pada belanja daring.

"Memang mau tidak mau kita harus mempercepat transformasi dari UMKM offline ke daring. Ini juga saya kira akan mendorong UMKM selain dapat mengakses pasar yang lebih besar, akses pembiayaan lebih mudah, namun juga dapat mendorong UMKM untuk berinovasi mengingat di pasar daring persaingan sangat ketat," ujar Teten.

Teten mengatakan bahwa saat ini platfrom digital juga mengalami perkembangan di mana bukan saja untuk barang-barang manufaktur industri besar, tapi juga banyak platform digital yang menghubungkan tata niaga dari petani dan nelayan kecil ke pasar nasional bahkan global.

"Selain itu juga banyak platform digital yang dalam skala daerah, dan saya kira ini penting karena tidak semua pelaku UMKM bisa berjualan di pasar daring berskala luas, karena kapasitas produksi mereka tidak besar," tandasnya. (Antara)

Baca Juga: Sulsel Terima Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 1 Triliun

Komentar