Aneh! BPOM Sebut Vaksin Corona Boleh Disuntik Meski Belum Lolos Uji Klinis

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:19 WIB
Aneh! BPOM Sebut Vaksin Corona Boleh Disuntik Meski Belum Lolos Uji Klinis
Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin Covid-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang akan diimpor pemerintah bisa langsung disuntikkan meski belum ada satu pun kandidat vaksin yang lolos uji klinis.

Direktur Registrasi Obat BPOM, Lucia Rizka Andalusia menjelaskan bahwa pada masa darurat kesehatan seperti saat ini memungkinkan untuk menyuntikkan vaksin dengan syarat emergency use authorization atau EUA yang ditujukan pertama pada tenaga kesehatan dan pelayanan publik.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini memungkinkan diberikannya emergency use of authorization (EUA) sesuai dengan peraturan BPOM No 27 Tahun 2020 tentang kriteria dan tata laksana registrasi obat terhadap vaksin dan obat untuk penanganan Covid-19," kata Lucia dalam jumpa pers virtual dari Lawan Covid19 ID, Kamis (15/10/2020).

Meski memiliki syarat EUA, dokter Lucia memastikan pihaknya tetap akan menjamin keamanan dan efektivitas dari vaksin ini, termasuk mengawasi realisasi importasi impor, produksi dan distribusi obat secara berkala.

Menurutnya, terhadap vaksin yang diberikan EUA harus didukung bukti keamanan khasiat dan mutu yang memadai. Sehingga sudah dapat digunakan meski harus tetap dilakukan pemantauan khasiat dalam populasi yang lebih besar serta keamanan yang lebih ketat.

"BPOM sangat hati-hati dalam percepatan ketersediaan obat dan kepastian untuk mendapatkan akses terhadap vaksin ini," ujarnya.

Saat ini tim BPOM tengah berangkat ke China untuk melakukan inspeksi terhadap tiga produsen vaksin Covid-19 yang ditargetkan pemerintah, antara lain Cansino, G42/Sinopharm dan Sinovac yang sudah mendapatkan Otorisasi Penggunaan Darurat atau EUA dari China.

Rencananya, vaksin dari Sinovac akan dibeli sekitar 143 juta dosis bekerjasama dengan BUMN PT Bio Farma.

Kemudian Sinofarm sebanyak 15 juta dosis, serta Cansino sebanyak 100.000 dosis vaksin pada akhir Desember 2020 dan 15 juta dosis di tahun 2021.

Baca Juga: BPOM Gandeng MUI Menuju China, Inspeksi Proses Pembuatan Vaksin Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI