alexametrics

Tolak Demo Anarkis, Pelajar SMK Semarang Gelar Aksi Damai

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Tolak Demo Anarkis, Pelajar SMK Semarang Gelar Aksi Damai
Siswa SMK Semarang gelar aksi damai tolak demo anarkis. (Dok : Pemprov Jateng).

Para siswa ini memulai aksi dengan longmarch dari Taman Indonesia Kaya.

Suara.com - Puluhan siswa dari SMK 4 dan 10 Semarang menggelar aksi damai, di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (19/10/2020).

Aksi damai tersebut dilakukan sebagai tanda penolakan demo anarkis dan provokasi terhadap pelajar untuk terlibat dalam demo.

Para siswa ini memulai aksi dengan longmarch dari Taman Indonesia Kaya. Mereka kemudian mengitari Jalan Pahlawan dan berhenti di depan kantor Gubernur Jateng.

Di depan Kantor Gubernur Jateng, para siswa bergantian melakukan aksi. Mulai dari Drum Coprs SMK 10, Tari gerakan cuci tangan dan rebana dari SMK 4 Semarang.

Baca Juga: Pemprov Jateng Tak akan Berhenti Lakukan Tes Covid-19 Demi Cegah Penularan

Delisya siswi dari SMK 10 Semarang menyayangkan, pihak-pihak yang telah memprovokatori. 

“Saya prihatin dengan para pelajar yang diprovokasi ikut demo. Seharusnya pelajar bisa menggunakan cara yang lebih cerdas lagi seperti ini,” ucap Delisya.

Senada, siswa kelas XII SMK 10 Semarang, Irvan Rizki juga menolak keras provokasi terhadap pelajar untuk ikut serta dalam aksi anarkis yang justru hanya merugikan mereka sendiri.

“Kami nggak mau nama SMK akhirnya jadi jelek karena pelajarnya terprovokasi ikut demo,” katanya.

Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sudarto, secara tegas menolak aksi anarkisme dan provokasi terhadap siswa atau pelajar. Sudarto sebagai anggora Komite sekaligus wali murid menyesalkan aksi demo yang ternyata melibatkan banyak siswa.

Baca Juga: Daftar Lokasi Tes SKB CPNS 2019 Pemprov Jateng

“Tolong jangan provokasi anak-anak kami, anak kami ingin berprestasi, jangan bunuh anak-anak kami,” tegas Sudarto dalam orasinya.

Komentar