Terus Dirongrong Demonstran, PM Thailand Adakan Rapat Darurat

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Senin, 19 Oktober 2020 | 20:40 WIB
Terus Dirongrong Demonstran, PM Thailand Adakan Rapat Darurat
Demonstrasi di Thailand. (BBC Indonesia)

Suara.com - Perdana Menteri Thailand (PM) Prayut Chan-o-cha, mengadakan rapat darurat dengan parlemen setelah terus menerus dirongrong demonstran pro-demokrasi.

Menyadur Channel News Asia (CNA), Senin (19/10/2020), Prayut meminta sesi khusus untuk bertemu parlemen yang sejatinya sedang menjalani masa reses.

Permintaan Prayut datang selepas aksi unjuk rasa kembali meletus di Thailand pada Senin (19/10/2020). Para demonstran menyerukan pengunduran diri Prayut, pembebasan aktivis yang dipenjara, dan reformasi monarki.

Puluhan ribu pengunjuk rasa yang sebagian besar kaum muda telah turun ke jalan dalam sepekan terakhir untuk menentang dekrit darurat yang melarang pertemuan lebih dari empat orang.

Polisi mengatakan sekitar 20.000 orang melakukan protes di seluruh ibu kota pada Minggu, meskipun para aktivis dan media lokal memperkirakan kerumunan yang jauh lebih besar.

"Kami mendukung pembukaan sesi luar biasa untuk menyelesaikan konflik ini," katanya kepada wartawan, memperingatkan pengunjuk rasa untuk tidak melanggar hukum.

"Saya meminta pengunjuk rasa berunjuk rasa secara damai. Pemerintah telah berkompromi sampai taraf tertentu," tambahnya.

Gerakan yang sebagian besar tidak memiliki pemimpin itu menyerukan pengunduran diri Prayut--mantan panglima militer dan dalang kudeta 2014--dari posisi Perdana Menteri.

Para demonstran yang mayoritas digerakan mahasiswa, juga meminta penulisan ulang konstitusi yang dirancang rezim militer.

baca juga

Prayut dan orang-orangnya dianggap telah mencurangi pemilihan tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan.

Lebih jauh, pengunjuk rasa juga membuat tuntutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni mereformasi monarki yang kuat dan sangat kaya.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha [AFP]
Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha [AFP]

Mereka menginginkan penghapusan undang-undang pencemaran nama baik yang melindungi Raja Maha Vajiralongkorn dari kritik, transparansi keuangan kerajaan yang lebih baik, dan agar raja tidak terlibat dalam politik.

Gerakan tersebut tampaknya mendapatkan daya tarik di seluruh negeri dengan protes yang lebih kecil terjadi pada Minggu dari Phuket di selatan hingga Khon Kaen di timur laut.

Aksi unjuk rasa ini telah mendapatkan momentum sejak Juli, tetapi meningkat tajam pekan lalu setelah sekelompok pengunjuk rasa mengepung iring-iringan mobil kerajaan dan memberikan "salam demokrasi" tiga jari.

Salam tiga jari merupakan gerakan yang dipinjam demonstran Thailand dari film "Hunger Games". Gerakan itu bermakna perlawanan rakyat terhadap kekuasaan tiran.

Prayut telah melakukan berbagai cara untuk meredam demonstrasi besar-besaran dan melindungi kerajaan. Tindakan represif juga telah dilakukan dengan menangkap para aktivis.

Dua aktivis saat ini menghadapi dakwaan di bawah undang-undang yang jarang digunakan yang melarang "kekerasan terhadap ratu" dan menghadapi hukuman maksimum seumur hidup jika terbukti bersalah.

Tindakan negara juga semakin keras terhadap para demonstran. Pada Jumat (16/10/2020), pemerintah Thailand menurunkan polisi anti huru hara.

Mereka menggunakan meriam air dan taktik senjata kuat lainnya untuk memukul mundur pengunjuk rasa. Langkah itu memicu kemarahan yang lebih luas.

Prayut memperingatkan pada hari ini, bahwa pemerintah perlu melindungi monarki.

"Ini adalah tugas semua orang Thailand," katanya kepada wartawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Medsos Memainkan Peran Penting dalam Protes Thailand?

Bagaimana Medsos Memainkan Peran Penting dalam Protes Thailand?

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:03 WIB

Jika Ahok Jadi Presiden, TNI Pulang Perang Dapat Diskon Beli Sembako

Jika Ahok Jadi Presiden, TNI Pulang Perang Dapat Diskon Beli Sembako

Batam | Senin, 19 Oktober 2020 | 10:37 WIB

Mengapa Kaum Muda Pimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Lawan Hukum?

Mengapa Kaum Muda Pimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Lawan Hukum?

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 10:37 WIB

Direpresi, Demonstran Thailand Bersumpah akan Tetap Turun ke Jalan

Direpresi, Demonstran Thailand Bersumpah akan Tetap Turun ke Jalan

News | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:36 WIB

Change.org Diblokir Karena Petisi yang Tuntut Jerman Usir Raja Thailand

Change.org Diblokir Karena Petisi yang Tuntut Jerman Usir Raja Thailand

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 19:01 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×