CEK FAKTA: Benarkah Pakai Masker Menyebabkan Keracunan CO2?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:41 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Pakai Masker Menyebabkan Keracunan CO2?
Fakta pakai masker sebabkan keracunan (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebut menggunakan masker dapat menyebabkan kematian akibat keracunan karbondioksida (CO2).

Narasi tersebut dimuat oleh akun Facebook bernama Soelaiman Sr.

"Oh ternyata aktivis anti masker dia ini
Hayoolah .. kita buat gerakan yang sama sebagai aktivis anti Masker, agar kita tidak ketergantungan dan menyelamatkan banyak nyawa Manusia dari dampak terlalu lama dan terlalu Sering menggunakan Masker, yang bisa mengakibatkan HYPOXIA dan MATI karna fungsi paru” tidak lagi Normal dan keracunan CO2 kita sendiri.
buat gerakan anti Masker agar kita tidak mudah di kontrol dan di kendalikan seperti Robot.
Orang Sehat .. Gunakan OTAK".

Unggahan akun tersebut telah disukai sebanyak 24 kali dan disebarkan ulang sebanyak 15 kali.

Benarkah klaim tersebut?

Fakta pakai masker sebabkan keracunan (Turnbackhoax.id)
Fakta pakai masker sebabkan keracunan (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Dari penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (20/10/2020), klaim yang menyebut menggunakan masker dapat menyebabkan kematian karena keracunan adalah klaim yang salah.

Faktanya, menggunakan masker dalam waktu lama tidak menyebabkan seseorang keracunan CO2.

Hal itu ditegaskan oleh dr Arif Santoso, SpP sebagao dokter spesialis paru RUmah Sakit Unhas, dikutip dari artikel periksa fakta Liputan6.com.

Fakta pakai masker sebabkan keracunan (Turnbackhoax.id)
Fakta pakai masker sebabkan keracunan (Turnbackhoax.id)

Ia menjelaskan ukuran virus corona sebesar 125 nanometer membuat virus tersebut tak mampu menembus masker.

Sementara itu, karbondioksida, oksigen dan nitrogen ukurannya jauh lebih kecil dari virus corona sehingga dapat menembus pori-pori masker.

Profesor kimia dari Indiana University Bill Carroll, PhD juga menjelaskan seseorang yang mengalami keracunan CO2 akan memberikan sinyal perlindungan diri.

Ketika kadar CO2 meningkat maka akan mempengaruhi kadar keasaman darah. Hal ini menyebabkan seseorang pingsan.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut menggunakan masker dapat menyebabkan kematian karena keracunan adalah klaim yang salah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Benarkah Susi Pudjiastuti Pimpin Orasi Buruh dan Mahasiswa?

Cek Fakta: Benarkah Susi Pudjiastuti Pimpin Orasi Buruh dan Mahasiswa?

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:02 WIB

Tidak Pakai Masker dan Memaki Polisi, Pemuda Ini Sebut Corona Buatan China

Tidak Pakai Masker dan Memaki Polisi, Pemuda Ini Sebut Corona Buatan China

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:23 WIB

Wajah Gadis Menguning karena Masker Kunyit, Warganet Beri Saran Menggelitik

Wajah Gadis Menguning karena Masker Kunyit, Warganet Beri Saran Menggelitik

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:10 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB