alexametrics

Jokowi Tak di Kantor, Perwakilan Buruh Cuma Bisa Temui Staf Ahli Istana

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Jokowi Tak di Kantor, Perwakilan Buruh Cuma Bisa Temui Staf Ahli Istana
Perwakilan buruh saat bertemu Tenaga Ahli KSP, Yohanes Jok di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)

Kemudian mereka semua beranjak pergi dengan berjalan kaki keluar dari area Gedung Sapta Pesona mengarah ke Istana Negara.

Suara.com - Perwakilan massa buruh yang menggelar aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja akhirnya difasilitasi bertemu dengan pihak Istana.

Mereka disambut oleh perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), yakni Tenaga Ahli KSP, Yohanes Joko.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, awalnya pihak kepolisian melalui Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi buruh bertemu perwakilan istana.

Kemudian sekira pukul 14.30 WIB, salah satu Tenaga Ahli KSP yakni Yohanes Joko bersama dua orang lainnya sudah menunggu di area depan Gedung Sapta Pesona. Pihak KSP siap menampung aspirasi massa buruh soal terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Buruh: Kami Tak Mau Masuk, Kecuali Pihak Istana Turuti Desakan Kami!

Tak berselang lama, sekitar 5 sampai 7 perwakilan massa buruh masuk ke dalam area Gedung Sapta Pesona menemui Yohanes Joko. Mereka lalu sempat berbincang kecil sekitar beberapa menit dengan didampingi Kapolres Metro Jakarta Pusat Heru Novianto di lokasi.

Kemudian mereka semua beranjak pergi dengan berjalan kaki keluar dari area Gedung Sapta Pesona mengarah ke Istana Negara. Tak ada yang disampaikan dari Yohanes soal pertemuan tersebut.

Sementara sebelumnya, Ketua Umum buruh KASBI, Nining Elitos, mempertanyakan, apakah pemerintah hanya sekedar menampung aspirasi atau akan ada perubahan sikap soal Omnibus Law - UU Cipta Kerja.

"Kami tanya siapa yang menemui. Ketika kami ditemui apakah ada perubahan sikap dari pemerintah atau hanya sekedar menampung," katanya.

Jika hanya sekedar menampung aspirasi, kata Nining, hal itu sudah sering terjadi sejak Januari 2020 lalu. Massa KASBI hanya ingin bertemu dengan pihak Istana jika ada perubahan sikap mengenai Omnibus Law - UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Buruh Kepung Istana: UU Cipta Kerja, Rezim Hadirkan Romusha Gaya Baru

"Kalau hanya sekedar menampung sudah cukup dari Januari smp sekarang aksi yang begitu besar terjadi. Kemudian tidak mungkin kami akan masuk ke dalam, kecuali pihak Istana menyampaikan terjadi perubahan sikap terhadap desakan kami," jelas Nining.

Komentar