Maulid Nabi Muhammad Halal atau Haram? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:29 WIB
Maulid Nabi Muhammad Halal atau Haram? Ini Kata Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. (ANTARA/Syifa Yulinnas)

Suara.com - Menjelang hari Maulid Nabi Muhammad SAW tiba pada Kamis (29/10/2020) nanti, kontroversi terkait perayaan momen kelahiran Rasul ini mencuat kembali.

Pendakwah Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya 2018 silam pernah menyinggung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang belakangan ramai diperbincangkan.

Dalam ceramah tersebut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana ditemukannya di dalam Hadis.

Ustaz Abdul Somad mengatakan, ada sekitar ada sekitar 300.000 hadis yang menyebutkan bahwa peringatakan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh dilakukan.

Kendati begitu, ada pula segelintir ulama yang menganggapnya semata-mata bid'ah.

Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tausyiah di Pondok Pesantren Serambi Aceh Desa Meunasah Rayeuk, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Jumat (8/3/2019). [Antara/Syifa Yulinnas]
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tausyiah di Pondok Pesantren Serambi Aceh Desa Meunasah Rayeuk, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Jumat (8/3/2019). [Antara/Syifa Yulinnas]

"Positifnya peringatan Maulid Nabi karena adanya silaturahmi satu sama lain. Bukan setahun sekali, melainkan setiap minggu di hari Senin," kata Ustaz Abdul Somad, dilansir dari Hops.id -- Jaringan Suara.com.

Berdasar uraian yang disampaikan Ustaz Abdul Somad, Rasulullah SAW sendiri juga ikut merayakan momen hari lahirnya. Adapun cara yang dipilih Rasulullah SAW adalah dengan berpuasa.

"Rasulullah SAW pernah ditanya mengapa melaksanakan puasa hari Senin. Salah satunya adalah Rasulullah SAW ternyata mengenang hari lahirnya sendiri," ujar UAS mengutip salah satu hadis HR Muslim.

"Rasulullah SAW menjawab 'Pada hari itu aku dilahirkan dan hari aku dibangkitkan (atau hari itu diturunkan Alquran kepadaku)'," imbuhnya.

Baca Juga: Pengusaha Wajib Bayar Upah Lembur Jika Tidak Terapkan Cuti Bersama

Saat menyampaikan ceramahnya, Ustaz Abdul Somad juga merujuk pada penafsiran Rasulullah terhadap kalimat Ayyamillah dalam Qs. Ibrahim [14]: 5 yang berbunyi, "Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah".

"Imam an-Nisa'i Abdullah bin Ahmad dalam Zawa'id al-Musnad, al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman dari Ubai bin Ka'ab meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW menafsirkan kalimat Ayyamillah sebagai nikmat dan Karuni Allah SWT," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Dengan demikian maka makna ayatnya adalah 'Dan ingatkanlah mereka kepada nikmat-nikmat dan karunia Allah'. Dan kelahiran Muhammad SAW adalah nikmat dan karunia terbesar yang harus diingat dan disyukuri," sambungnya.

Lebih lanjut lagi, Ustaz Abdul Somad juga memaparkan adanya pendapat dari Ibnu Taumiyah.

Ibnu Taumiyah meriwayatkan bahwa mengagungkan hari lahir Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai perayaan akan mendapat pahala besar.

Pasalnya, hal tersebut dihitung sebagai kebaikan niat dan pengagungan kepada Rasulullah SAW yang tidak lain adalah junjungan umat Islam.

Selain itu, Ustaz Abdul Somad pun mengemukakan pendapat dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan bahwa Maulid Nabi mengandung banyak kebaikan.

"Hukum asal melaksanakan maulid adalah bid'ah, tidak terdapat dari seorang pun dari kalangan Salafushshalih dari tiga abad (pertama). Akan tetapi, Maulid Nabi itu juga mengandung banyak kebaikan dan sebaliknya," ujar Ustaz Abdul Somad.

"Siapa yang dalam melaksanakannya mencari kebaikan-kebaikan dan menghindari yang tidak baik, maka Maulid Nabi itu adalah bid'ah hasanah. Begitulah pendapat Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani," lanjutnya.

Lihat video Ustaz Abdul Somad 2018 lalu menjelaskan soal Maulid Nabi Muhammad SAW disini.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

Sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia sendiri tak lepas dari peran para Wali Songo yang hingga kini diyakini sebagai para tokoh penyebar agama Islam di Tanah Air.

Sembilan orang wali Allah SWT ini turut diperingati sekira tahun 1404 masehi dimana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dijadikan untuk menarik masyarakat terhadap ajaran agama Islam kala itu.

Penyebaran para Wali Songo yang banyak dilakukan di Pulau Jawa juga turut dileburkan dengan budaya Jawa hingga beberapa wilayah di pulau Jawa sering menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Gerebeg Mulud.

Hingga kini peringatan Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri masih terus dilakukan oleh umat muslim di tanah air setiap tahunnya.

Peringatan biasanya dilakukan dengan membaca manakib Nabi Muhammad dalam kitab Maulid Barzanji, Maulid Sumtud Dhurar, Saroful Anam serta bacaan lainnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI