Serukan Boikot Produk Prancis, Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam!

Rifan Aditya , Hernawan

Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:26 WIB
Serukan Boikot Produk Prancis, Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam!
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon ikut geram dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menurutnya telah melukai hati umat Islam di dunia.

Oleh sebab itu, Fadli Zon kemudian ikut menyerukan gerakan boikot produk-produk Prancis agar Emmanuel Macron sadar akan kesalahan yang telah diperbuat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fadli Zon dalam acara Kabar Petang TV One, Rabu (28/10/2020).

Saat ditanya pembawa acara apakah masyarakat perlu memboikot produk Prancis, Fadli Zon dengan tegas mengatakan iya. Mengingat perlakuan Macron dirasa telah melukai perasaan umat Islam dimana pun berada.

"Kalau menurut saya perlu karena kita melihat apa yang dilakukan Perancis atas intruksi Presiden Macron jelas sekali melukai banyak umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia," ungkapnya seperti dikutip Suara.com.

Fadli Zon Serukan Boikot Produk Prancis (YouTube/TV One News).
Fadli Zon Serukan Boikot Produk Prancis (YouTube/TV One News).

Menurut Fadli Zon, Presiden Macron telah menunjukkan sikap diksriminasi rasialis dan islamophobia. Hal tersebut tidak bisa dibenarkan, meskipun dengan alasan kebebasan pendapat sekalipun.

"Sikap diskriminasi rasialis dan bahkan islamophobia yang ditujukan macrom membuat gejolak yang tidak perlu," kata Fadli Zon.

"Rasisme dan islamophobia dan tidak boleh di-track off dengan kebebasan pers, kebebasan berepskresi," tegasnya.

Lebih lanjut lagi, Fadli Zon pun dengan yakin mengatakan bahwa setiap agama pasti akan marah apabila hal-hal prinsipnya diusik dan diremehkan.

baca juga

"Kalau kebebasan ekspresi itu tanpa batas apalagi menyinggung agama atau hal-hal yang sangat principal itu jelas salah. Kalau agama lain dihina juga pasti bahaya," tukasnya.

Dalam kaitannya dengan boikot produk Prancis, Fadli Zon secara jelas mengucapkan bisa dilakukan sampai Presiden Macron sadar dan meminta maaf kepada umat Islam.

"Mari kita boikot produk prancis sampai Macron sadar betul bahwa ia salah dan ia meminta maaf kepada umat islam karena yang ditujukan itu Islam," ungkap Fadli Zon.

"Indonesia negara Islam terbesar di dunia. waktu saya twit mogok itu sambutannya luar biasa," pungkasnya.

Lihat videonya di sini.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi pembunuhan terhadap seorang guru sejarah bernama Samuel Paty di pinggiran kota Paris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Bela Milenial: Ketiban Warisan Utang Menggunung dari Rezim Bingung

Fadli Bela Milenial: Ketiban Warisan Utang Menggunung dari Rezim Bingung

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 07:10 WIB

Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India

Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:01 WIB

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:18 WIB

Terkini

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

×