Buru Penculik, Sebuah Kereta di India Melaju Sejauh 240 Km Tanpa Henti

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:40 WIB
Buru Penculik, Sebuah Kereta di India Melaju Sejauh 240 Km Tanpa Henti
Ilustrasi kereta api. (Pixabay/Didgeman)

Suara.com - Sebuah kereta melaju sejauh 240 km dari stasiun kereta Lalitpur di Uttar Pradesh sampai Bhopal tanpa henti setelah ada laporan bahwa seorang anak diculik dan pelaku naik kereta tersebut.

Menyadur India Today, insiden itu terungkap setelah seorang wanita melaporkan kepada Pasukan Perlindungan Kereta Api (RPF) di stasiun Lalitpur pada hari Senin.

Wanita itu menuduh bahwa seorang pria dengan paksa mengambil anaknya yang berusia tiga tahun dan menduga bahwa pelaku lari dengan naik kereta.

Menyusul laporan tersebut, RPF memeriksa rekaman CCTV dan menemukan bahwa satu orang dengan seorang gadis menaiki Rapti Sagar Superfast Express yang baru saja berangkat ke Bhopal.

Personel RPF kemudian memberi tahu inspektur mereka di Jhansi Junction kemudian memberi tahu ruang kendali operasi di Bhopal dan meminta agar kereta diizinkan berjalan tanpa henti untuk menghindari 'penculik' melarikan diri.

Alih-alih berhenti di perhentian Jhansi yang dijadwalkan berikutnya, kereta kemudian melanjutkan perjalanan hingga Bhopal, 241 kilometer dari stasiun Lalitpur.

Segera setelah kereta mencapai Persimpangan Bhopal, petugas dari RPF, Polisi Kereta Api Pemerintah, dan Perusahaan Kereta Api berhasil menemukan gadis itu dan orang yang diduga 'penculik' itu ditahan.

Saat diinterogasi oleh petugas, mereka mengetahui bahwa 'penculik' anak tiga tahun tersebut adalah ayah kandungnya sendiri.

Polisi mengatakan sang ayah rupanya bertengkar dengan istrinya dan meninggalkan rumah dengan gadis mereka yang berusia tiga tahun pada hari Senin.

baca juga

Rumah pasangan tersebut dilaporkan dekat dengan stasiun Lalitpur. Polisi mengatakan mereka curiga bahwa ibu gadis itu selama ini mengetahui bahwa suaminya telah mengambil putri mereka.

Namun, ibu tersebut justru melaporkan ke RPF yang bertugas di stasiun kereta Lalitpur bahwa anaknya telah 'diculik', kata Kapten Inspektur Polisi Lalitpur (SP) M M Beg.

Ibu, ayah dan gadis itu kemudian diberi nasihat oleh petugas setelah insiden yang mengacaukan jadwal kereta. Mereka akhirnya kembali ke Lalitpur pada hari itu dan dipersatukan kembali dengan keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Move On dari India, Harley-Davidson Gandeng HeroMotoCorp?

Gagal Move On dari India, Harley-Davidson Gandeng HeroMotoCorp?

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:28 WIB

Anak Bunuh Ayah Kandung, Hancurkan Bukti Pakai Teori dari Acara TV

Anak Bunuh Ayah Kandung, Hancurkan Bukti Pakai Teori dari Acara TV

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 19:04 WIB

Dokter Ini Tertipu Lampu Ajaib Aladin hingga Rp 4,8 Miliar

Dokter Ini Tertipu Lampu Ajaib Aladin hingga Rp 4,8 Miliar

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

×