Fasih Berbahasa Prancis, Neno Warisman Kirim Surat Terbuka Buat Macron

Dany Garjito, Farah Nabilla

Senin, 02 November 2020 | 13:07 WIB
Fasih Berbahasa Prancis, Neno Warisman Kirim Surat Terbuka Buat Macron
Neno Warisman kirim surat terbuka buat Presiden Perancis, Emmanuel Macron. (YouTube/Neno Warisman channel)

Suara.com - Pendakwah Neno Warisman mengirim surat terbuka kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dengan fasih, Neno langsung membacakan suratnya memprotes sikap Presiden Macron menggunakan bahasa Perancis yang kemudian ia unggah di kanal YouTube-nya, Neno Warisman channel.

Dalam video itu, Neno begitu lancar memohon kepada Presiden Macron agar meminta maaf terkait sikapnya yang dianggap diskriminatif terhadap kaum muslim.

Neno mengaku kecewa lantaran pernyataan diskriminatif terhadap kaum muslim terlontar dari mulut seorang pimpinan negara yang terkenal akan prinsip kebebasan dan persaudaraan.

"Ketika mendengarkan pernyataan-pernyataan Anda tentang Rasulullah uhammad SAW dan Islam agama kami berdalih kebebasan berpendapat, hal itu membuat kami menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam," kata Neno dilansir dari tayangan Youtube-nya yang berjudul "Vois Dwvriez Vous Excuser Aupres des Musulmans du Monde Entier, Monsieur Macron!!", Senin (2/11/2020).

Padahal, ia adalah salah satu pengagum dan konsumen produk-produk buatan Perancis.

"Seperti banyak wanita di seluruh dunia, kami juga konsumen produk bermerek Perancis," kata Neno.

Kekecewaan itu, menurut Neno, tak hanya membuat berbagai pihak memboikot produk buatan negara Perancis, namun juga menciptakan tuntutan agar Presiden Macron mengeluarkan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam di dunia.

"Anda harus meminta maaf kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia," kata Neno menggunakan bahasa Perancis.

Berikut adalah isi pernyataan lengkap surat terbuka Neno Warisman kepada Presiden Perancis, Emmanuel Macron, yang kemudian ia terjemahkan dalam bahasa Perancis.

Bapak Presiden Macron,

Sebagai seorang perempuan yang teredukasi, prinsip-prinsip Perancis yang berlandaskan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan. Dan, seperti banyak wanita di seluruh dunia, kami juga konsumen produk bermerek Perancis.

Namun, ketika mendengarkan pernyataan-pernyataan Anda tentang Rasulullah Muhammad SAW dan Islam agama kami berdalih kebebasan berpendapat, hal itu membuat kami menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam.

Islam adalah agama yang sangat menghargai keberagaman. Sebagai muslim, kami ingin Anda tahu bahwa pelecehan terhadap Nabi kami, Rasulullah Muhammad SAW adalah perbuatan yang sangat buruk yang menyakiti umat muslim di seluruh dunia.

Kami tidak membenci agama lain. Tidak pernah!!

Kami juga tidak menghina simbol-simbol agama lain. Itu benar.

Berbagai negara telah memboikot produk-produk Perancis. Tidak hanya umat Islam yang memprotes Anda, tetapi juga semua orang yang memahami arti rasa kebenaran dan keadilan. Mereka juga menentang Anda sekarang.

Dan terakhir, Bapak Presiden, jika Anda ingin dunia tahu bahwa Perancis adalah negara yang mencintai peramaian, Anda harus meminta maaf kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Demikian

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk membela nilai-nilai sekuler Prancis dan menyebut agama Islam dalam krisis yang memicu perdebatan.

Menyadur Al Jazeera, Presiden Macron menyampaikan gagasan tersebut dalam pidatonya pada hari Jumat (2/10), dengan menegaskan tidak ada konsesi yang akan dibuat dalam upaya baru untuk mendorong agama keluar dari pendidikan dan sektor publik di Prancis.

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," katanya.

Ucapan itu kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

Pada Sabtu (31/10/2020), Macron kemudian membuka suara atas polemik yang timbul akibat pernyataannya yang dianggap islamofobia itu. Ia menjelaskan jika pernyataannya itu muncul tak lepas dari kasus seorang remaja yang memenggal kepala gurunya karena sang guru menunjukkan akrikatur Nabi Muhammad saat pelajaran.

Macron memahami muslim marah karena kartun Nabi Muhammad. Tapi dia menilai itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan.

Macron memberi kesempatan wawancara kepada jaringan televisi Arab Al Jazeera. Wawancara itu disiarkan pada Sabtu.

Selama wawancara, Macron mengatakan Prancis tidak akan mundur dalam menghadapi kekerasan. Ia akan membela hak kebebasan berekspresi, termasuk penerbitan kartun.

Namun, presiden Prancis itu menekankan bahwa tidak berarti dirinya atau para pejabatnya mendukung kartun-kartun itu yang oleh Muslim dianggap menghujat, juga tidak berarti bahwa Prancis anti Muslim.

"Jadi saya memahami dan menghormati bahwa orang-orang terkejut dengan kartun ini. Tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa seseorang dapat membenarkan kekerasan fisik karena kartun ini, dan saya akan selalu membela kebebasan di negara saya untuk menulis, berpikir, menggambar," kata Macron, menurut transkrip wawancara yang dirilis oleh kantornya.

"Peran saya adalah menenangkan segalanya, itulah yang saya lakukan, tetapi pada saat yang sama, melindungi hak-hak ini," menurut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesalahan Terbesar Macron, Menyamakan Islam dan Teroris

Kesalahan Terbesar Macron, Menyamakan Islam dan Teroris

Sulsel | Senin, 02 November 2020 | 11:30 WIB

Rocky Minta Dipanggil "Muhammad Rocky Gerung", Warganet: Alhamdulillah

Rocky Minta Dipanggil "Muhammad Rocky Gerung", Warganet: Alhamdulillah

Jogja | Senin, 02 November 2020 | 09:34 WIB

4 Fakta Muncul Nama Muhammad Rocky Gerung dan Bikin Heboh

4 Fakta Muncul Nama Muhammad Rocky Gerung dan Bikin Heboh

Jakarta | Senin, 02 November 2020 | 08:20 WIB

BPIP Kecam Presiden Macron Soal Pernyataan Islam Teroris

BPIP Kecam Presiden Macron Soal Pernyataan Islam Teroris

News | Senin, 02 November 2020 | 05:21 WIB

Reaksi Mengejutkan Rocky Gerung Disebut Bakal Sandang Nama Muhammad

Reaksi Mengejutkan Rocky Gerung Disebut Bakal Sandang Nama Muhammad

Jakarta | Minggu, 01 November 2020 | 17:01 WIB

Macron: Saya Tak Bisa Benarkan Kekerasan Fisik karena Kartun Nabi Muhammad

Macron: Saya Tak Bisa Benarkan Kekerasan Fisik karena Kartun Nabi Muhammad

News | Minggu, 01 November 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB