Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 03 November 2020 | 18:47 WIB
Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyib Erdigan mendapat tantangan dari pemimpin oposisi, untuk membakar tas mewah bermerek Hermes milik istrinya atau ibu negara, setelah menyerukan memboikot produk Prancis.

Menyadur Duvar English, pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Klçdarolu mendesak Ibu Negara Emine Erdoan untuk membakar tas Hermes-nya, menyusul seruan Presiden Erdogan untuk memboikot produk buatan Prancis.

Sebaliknya, Klçdarolu juga mengatakan, warga Turki sudah tidak bisa membeli barang-barang buatan Prancis karena kondisi ekonomi Turki yang sedang jatuh.

"Bisakah warga membeli barang Prancis? Sosialita istana presiden dapat melaksanakan boikot tersebut. Mereka memiliki pesawat buatan Prancis, segera jual," kata Klçdarolu kepada anggota partainya pada pertemuan kelompok parlemen pada 27 Oktober.

"Nyonya Emine memiliki tas [Hermes]. Dia harus membakarnya di taman istana presiden dan berkata, 'Saya protes [Prancis],'" tantang Klçdarolu.

Tas Hermes milik istri Presiden Turki.[Twitter]
Tas Hermes milik istri Presiden Turki.[Twitter]

Tas tangan Hermes milik Emine Erdoan menjadi kontroversi karena harganya yang tembus USD 50.000 atau setara Rp 725 juta dan ia pakai pada tahun 2019.

Erdogan dikritik karena sang istri menggunakan tas supermahal, ketika rakyatnya menderita karena meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

Harga tas tersebut disebut-sebut sebanding dengan 144 kali lipat upah minimum buruh Turki pada saat itu.

Menyusul seruan Presiden Erdogan untuk memboikot produk buatan Prancis, tas tangan milik ibu negara tersebut sempat menjadi trending topic di Twitter.

Dalam pidatonya, pemimpin CHP juga mengatakan rakyat tidak dapat membeli bahan makanan dan menganggap seruan boikot Erdogan tidak ada artinya.

"Seolah-olah pemilik toko dan pekerja lokal membawa pulang parfum Prancis setiap hari," katanya.

Namun, propagandis Hürriyet, Hande Frat membela Ibu Negara dengan mengatakan bahwa tas yang dipakainya adalah palsu.

"Emine Erdogan tidak pernah membayar banyak uang untuk membeli tas," kata Hande Firat disadur dari Greek City Times.

"Alih-alih yang asli, dia membeli barang palsu, imitasi," tambahnya.

Pernyataan Klçdarolu muncul setelah Erdoan mendesak warga Turki untuk memboikot barang-barang Prancis setelah Presiden Emmanuel Macron berjanji melawan "separatisme Islam,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Jiwa Gempa di Turki dan Yunani Tembus 100 Orang

Korban Jiwa Gempa di Turki dan Yunani Tembus 100 Orang

News | Selasa, 03 November 2020 | 12:49 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Turki Jadi 94 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Turki Jadi 94 Orang

News | Selasa, 03 November 2020 | 10:04 WIB

Gempa Dahsyat Turki, Korban Tewas Bertambah Jadi 94 Orang

Gempa Dahsyat Turki, Korban Tewas Bertambah Jadi 94 Orang

News | Selasa, 03 November 2020 | 09:43 WIB

Terkini

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB