Aksi Teror di Wina, Pelaku Kelabui Program Deradikalisasi

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 04 November 2020 | 08:35 WIB
Aksi Teror di Wina, Pelaku Kelabui Program Deradikalisasi
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Suara.com - Pelaku aksi teror di Wina yang menewaskan empat orang pada Senin (2/11/2020) malam, dilaporkan merupakan pendukung ISIS yang telah mengelabui program deradikalisasi.

Menyadur The Guardian, Kementerian Dalam Negeri Austria mengungkap pelaku yang bernama Kujtim Fejzulai, dengan sengaja menipu para mentor, menunjukkan dirinya tak lagi tertarik dengan paham radikal dan menolak terorisme.

Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer, mengatakan Fejzulai dipersenjatai senapan otomatis, pistol, dan parang, serta mengenakan rompi bunuh diri palsu.

Sebelum melancarkan aksi, pemuda berusia 20 tahun itu disebutkan telah mengunggah foto dirinya menenteng senjata di Instagram.

Fejzulai yang merupakan warga negara Austria dan Makedonia Utara, tewas ditembak polisi sesaat setelah melepaskan temabakan di distrik pertama ibu kota Austria, Wina, pada pukul 20.00 malam waktu setempat.

Ia lahir di Modling, Wina selatan dan telah mengembangkan minat kuat terhadap politik Islam sejak remaja sebelum akhirnya berencana untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.

Hingga pada September 2018, Fejzulai dideportasi dari Tukri ke Austria setelah gagal melintasi perbatasan ke Suriah. Ia dijatuhi hukuman 22 bulan kurungan pada April 2019.

Karena usianya saat itu masih di bawah umur, Fejzulai mendapatkan keringanan dan hukumannya ditangguhkan pada 5 Desember 2019 dengan syarat akan secara teratur dipantau oleh pihak program deradikalisasi di bawah Kementerian Kehakiman Austria.

Program deradikalisasi Derad merupakan asosiasi yang berbasis di Wina yang dikelola oleh 13 mentor, untuk melakukan pengawasan terhadap mereka terduga radikal atau telah dihukum karena terkait aktivitas teroris.

baca juga

Nehammer menyebut Fejzulai, selama program, dengan sengaja menciptakan kesan tak lagi menganut ideologi radikal maupun terlibat aktivitas teroris, berujung pada terhentinya upaya pencabutan kewarganegaraan Austria si pelaku.

"Faktanya: teroris berhasil mengelabui program deradikalisasi kehakiman. Kita perlu mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem di sisi pengadilan," ujar Nehammer, Selasa (3/11).

Kanselir Austria, Sebastizan Kurz, mengatakan empat korban tewas aksi teror di Wina adalah seorang lansia pria, lansia perempuan, pejalan kaki, dan seorang pelayan.

Setidaknya 22 orang disebutkan terluka akibat tembakan dan pisau. Tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Pada Selasa (3/11) malam, ISIS melalui Telegram, dilaporkan membuat pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Otoritas berwenang Austria sejauh ini telah menangkap empat belas orang terkait aksi teror yang salah satunya terjadi di luar rumah ibadah Yahudi, sinagoga.

Video beredar di media sosial tentang seorang pria bersenjata yang berlari di jalan berbatu dan berteriak. Salah satunya menunjukkan seorang pria menembaki seseorang di luar tempat yang tampak seperti sebuah bar di jalan dekat sinagoga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Teror di Wina, Menteri Austria Sebut Ada Keterlibatan Teroris Islamis

Aksi Teror di Wina, Menteri Austria Sebut Ada Keterlibatan Teroris Islamis

Jabar | Selasa, 03 November 2020 | 16:19 WIB

Teror di Austria, Presiden Prancis Macron: Ini Eropa Kita, Kami Tak Mundur!

Teror di Austria, Presiden Prancis Macron: Ini Eropa Kita, Kami Tak Mundur!

News | Selasa, 03 November 2020 | 15:18 WIB

Serangan Teroris di Wina, 2 Tewas dan Belasan Luka

Serangan Teroris di Wina, 2 Tewas dan Belasan Luka

News | Selasa, 03 November 2020 | 07:32 WIB

Terkini

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB