Ganjar Pranowo Tinjau Warga yang Kebanjiran di Kawasan Terisolir

Fabiola Febrinastri

Rabu, 04 November 2020 | 10:05 WIB
Ganjar Pranowo Tinjau Warga yang Kebanjiran di Kawasan Terisolir
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengunjungi warga yang kebanjiran di Kebumen, Jateng. (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Setelah mendengar ada kawasan yang dilanda banjir, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meninjau lokasi banjir di Kebumen. Ia menyempatkan diri mampir di Dusun Grumbul Nusapule, Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Banyumas, yang terisolir.

Untuk menuju dusun tersebut, Ganjar harus naik perahu kayu yang didayung menggunakan bambu. Jarak yang ditempuh dari desa terdekat sekitar 10 menit dengan menggunakan perahu itu. Perahu menjadi akses yang paling aman, mengingat jalan menuju lokasi dusun terendam banjir cukup tinggi.

"Setiap hujan pasti banjir, kalau banjir ya, aktivitas warga pakai perahu. Soalnya kalau jalan nggak bisa, jalannya tergenang," katanya, Selasa (3/11/2020). 

Sebanyak 120 warga di dusun itu kesulitan beraktivitas, karena satu-satunya akses jalan terendam banjir. Bahkan rumah-rumah warga tergenang air berkisar antara 40-80 centimeter.

Ganjar yang didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein berdialog dengan warga. Setelah memastikan semua aman, Ganjar mencoba mencari solusi dengan menggali informasi dari warga.

Menurut keterangan salah satu warga, Muhroni (70), dusun itu selalu banjir saat musim penghujan. Namun saat kemarau, masyarakat sekitar kesulitan mendapatkan air bersih.

Meski begitu, warga masih memilih bertahan di tempat itu.

"Nggak ngungsi, karena rumahnya belum kebanjiran. Semua warga di sini bertahan, kebutuhan makan, ya seadanya," imbuhnya.

Namun setiap musim kemarau, Muhroni menerangkan, warga desa kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air bersih itu.

baca juga

Mendengar itu, Ganjar mengusulkan agar area persawahan yang membentang luas di sekeliling desa, yang setiap hujan selalu banjir, dibuat embung. Kontur area di sana, yang berupa cekungan, memungkinkan untuk dibuat embung.

"Karena ini daerah cekungan, tadi saya usulkan pada kades dan warga, kenapa tidak dibuat embung sekalian. Apalagi kalau kemarau katanya airnya beli, dan saat hujan selalu kebanjiran. Tadi katanya, setahun bisa banjir dua kali," katanya.

Menurut Ganjar, dengan pembuatan embung maka bencana banjir akan tertangani. Hujan akan ditampung dan dapat diolah sebagai sumber air bersih saat musim kemarau tiba. 

"Maka saya tawarkan, silahkan pak kades berembug. Kalau bisa membuat BUMDes, kemudian ada penyertaan aset warga ini. Kalau soal pembangunan embung, biar saya dan pak bupati yang bangun," terangnya.

Selain menangani masalah banjir saat hujan dan kebutuhan air saat kemarau, pembangunan embung di wilayah itu, lanjut Ganjar, dapat dioptimalkan untuk wisata. Selain itu, masyarakat juga bisa mengoptimalkan embung untuk budidaya perikanan dan lainnya.

"Ini kalau jadi embung bisa jadi destinasi wisata yang bagus. Tinggal nanti saya minta dibicarakan, kalau siap, silakan lapor saya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Plangkapan, Sujiyanto menanggapi serius usulan Ganjar untuk menjadikan area itu menjadi embung. Sujiyanto mengatakan akan membahas bersama warga.

"Nanti kami akan kumpulkan warga, termasuk mereka yang punya tanah. Nanti kami musyawarahkan di tingkat desa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Terima Keputusan Ganjar Menaikkan UMP, Apindo Akan Gugat ke PTUN

Tak Terima Keputusan Ganjar Menaikkan UMP, Apindo Akan Gugat ke PTUN

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2020 | 14:07 WIB

Takut Ada Gelombang PHK, Ganjar: Apindo Enggak Usah Takut

Takut Ada Gelombang PHK, Ganjar: Apindo Enggak Usah Takut

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2020 | 15:12 WIB

Tak Naikan UMP seperti Ganjar Pranowo, Ini Alasan Ridwan Kamil

Tak Naikan UMP seperti Ganjar Pranowo, Ini Alasan Ridwan Kamil

Jabar | Senin, 02 November 2020 | 15:02 WIB

Kasus Covid-19 di Jateng, Ganjar: Tren Kasus Aktif dan Angka Kematian Turun

Kasus Covid-19 di Jateng, Ganjar: Tren Kasus Aktif dan Angka Kematian Turun

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2020 | 14:55 WIB

Pengusaha Jateng Sesalkan Keputusan Ganjar Naikan UMP 2021

Pengusaha Jateng Sesalkan Keputusan Ganjar Naikan UMP 2021

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2020 | 13:16 WIB

Naikan UMP 3,27 Persen, Ganjar Diapresiasi Para Buruh

Naikan UMP 3,27 Persen, Ganjar Diapresiasi Para Buruh

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2020 | 10:17 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×