Hizbullah Ejek Donald Trump di Pilpres AS: Kekalahan Memalukan!

Bangun Santoso

Kamis, 12 November 2020 | 13:30 WIB
Hizbullah Ejek Donald Trump di Pilpres AS: Kekalahan Memalukan!
Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah saat berbicara kepada para pendukungnya selama prosesi keagamaan untuk menandai Ashura di pinggiran kota Beirut, Lebanon (14/11/2013). ANTARA/REUTERS/Khalil Hassan/am.

Suara.com - Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan pada Rabu (11/11) bahwa dia senang dengan "kekalahan memalukan" yang dialami Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, ia mendesak sekutu-sekutu di kawasan untuk waspada terhadap "kebodohan" AS atau Israel selama sisa masa jabatan Donald Trump.

Sayyed Hassan Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan televisi, menggambarkan pemerintahan Trump sebagai "di antara yang terburuk, kalau bukan yang terburuk" di Amerika Serikat.

Tetapi, ia mengatakan presiden baru AS tidak akan mengubah kebijakan Washington yang pro-Israel di Timur Tengah.

Sambil menggambarkan pemilihan AS sebagai parodi demokrasi, Nasrallah menuduh Trump tidak bisa menahan diri dan mengatakan "arogansi dan agresivitas" pemerintahannya telah meningkatkan kemungkinan terjadinya perang.

Pemimpin Hizbullah yang didukung Iran itu mengatakan bahwa dia juga secara pribadi merasa senang atas hasil pemilihan AS karena Trump telah memerintahkan pembunuhan jenderal tertinggi Iran Qassem Soleimani.

"Dengan orang seperti Trump, segala sesuatu mungkin terjadi selama sisa masa jabatannya ... poros perlawanan harus dalam keadaan kesiapan tinggi untuk merespons dua kali lebih keras jika ada kebodohan Amerika atau Israel," kata Nasrallah, merujuk poros itu pada Hizbullah dan sekutu-sekutu Iran di kawasan.

Pemerintahan Trump telah memperluas sanksi terhadap Hizbullah, yang dianggap Washington sebagai kelompok teroris, serta terhadap sekutu-sekutu Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari upaya yang dilancarkan AS untuk memberikan tekanan maksimum terhadap Iran. Langkah tersebut telah meningkatkan ketegangan di kawasan.

Nasrallah mengatakan sanksi AS yang dijatuhkan minggu lalu pada Gebran Bassil, menantu presiden Lebanon, atas tuduhan korupsi dan hubungan dengan Hizbullah adalah bagian dari upaya Washington untuk menekan sekutu politik gerakan bersenjata itu. (Sumber: Antara/Reuters)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilpres AS: 5 Juta Surat Suara di Georgia akan Dihitung Manual!

Pilpres AS: 5 Juta Surat Suara di Georgia akan Dihitung Manual!

News | Kamis, 12 November 2020 | 10:16 WIB

Mantan Istri Sebut Donald Trump akan Terima Kekalahan dari Biden, Tapi...

Mantan Istri Sebut Donald Trump akan Terima Kekalahan dari Biden, Tapi...

News | Kamis, 12 November 2020 | 09:15 WIB

Banyak Tantangan Pemerintahan AS di Tangan Joe Biden ke Depan

Banyak Tantangan Pemerintahan AS di Tangan Joe Biden ke Depan

Video | Kamis, 12 November 2020 | 07:05 WIB

Trump Tak Akui Kekalahan, Biden: Saya Pikir Ini Hal yang Memalukan

Trump Tak Akui Kekalahan, Biden: Saya Pikir Ini Hal yang Memalukan

News | Rabu, 11 November 2020 | 17:40 WIB

Pasca Pilpres: Orang Indonesia Sangat Mengerti Posisi Orang AS Saat Ini

Pasca Pilpres: Orang Indonesia Sangat Mengerti Posisi Orang AS Saat Ini

News | Rabu, 11 November 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×