Arab Saudi Kembangkan Kurikulum Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Toleran

Siswanto, BBC

Rabu, 18 November 2020 | 14:10 WIB
Arab Saudi Kembangkan Kurikulum Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Toleran
BBC

Suara.com - Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengatakan bahwa kurikulum baru tengah disusun dengan tujuan mendorong kebebasan berpikir dan toleransi di kalangan para murid.

Menteri Pendidikan Dr Hamad bin Muhammad al Sheikh mengatakan mata-mata pelajaran yang diajarkan akan memungkinkan para siswa bisa menggunakan kemampuan berpikir kritis dalam berbagai situasi.

Menteri pendidikan sebelumnya, Ahmed al-Issa, mengatakan pengembangan kurikulum memasukkan proyek-proyek pendidikan baru yang mencakup mata pelajaran seperti filsafat dan pemikiran kritis.

Issa mengatakan sebagai bagian dari mengembangkan kurikulum baru untuk sekolah menengah, Kementerian Pendidikan sudah menyelenggarakan berbagai lokakarya di lebih dari 100 sekolah menengah di Saudi, menurut situs berita Alarabiya.

Sebelumnya, diterbitkan hasil kajian dari satu lembaga kajian yang menyebutkan "ada upaya menyuntikkan muatan eksklusivitas dan kebencian di kurikulum dan upaya ini sudah digagalkan".

Kajian ini juga menyebutkan warga Arab Saudi bisa hidup berdampingan dan harmonis di tengah keberagaman.

Diyakini, para pejabat ingin mempercepat pengembangan kurikulum baru yang bisa memfilter konten ujaran kebencian dan memasukkan konten-konten pendidikan yang lebih humanis dan moderat.

Peneliti pendidikan Mohamed Asiri, kepada situs berita Arab Weekly, mengatakan bahwa tujuan mereformasi kurikulum adalah "membentuk generasi yang patrotik, yang toleran, yang menghargai keberagaman dan memandang dunia dengan pendekatan yang humanis dan moderat".

Perubahan konten kurikulum ini disambut baik, namun beberapa kalangan berpandangan kemajuan di lapangan tidak secepat yang diinginkan.

Seorang guru kepada situs berita Arab Weekly mengatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah perubahan yang positif, namun perubahannya berjalan lambat dan tak responsif menyerap perubahan cepat di lapangan.

Dalam beberapa tahun belakangan, Saudi menerapkan sejumlah reformasi di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di bawah program nasional Visi 2030, yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Saudi terhadap minyak dan mendiversifikasi ekonomi.

Namun, di saat sejumlah langkah reformasi diterapkan, pemerintah juga menekan kalangan aktivis dan Islamis yang mendesak adanya hak-hak sosial dan politik yang lebih besar.

Di luar sektor pendidikan, Saudi membangkitkan industri hiburan dan pariwisata untuk menopang ekonomi.

Dikatakannya bahwa pengembangan industri hiburan asli dalam negeri dan pariwisata berpotensi mendatangkan pemasukan US$22 miliar atau sekitar Rp293 triliun.

September tahun lalu, Saudi untuk pertama kalinya membuka diri untuk wisatawan asing dengan meluncurkan skema visa untuk 49 negara, langkah pertama yang dilakukan setelah sebelumnya hanya terbatas pada visa umrah dan haji, pebisnis dan pekerja asing.

Namun Mekkah dan Madinah tetap tertutup untuk non-Muslim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×