Keras! Fadli Zon: Ada Otak Kotor yang Tidak Suka Anies dan Habib Rizieq

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 20 November 2020 | 13:45 WIB
Keras! Fadli Zon: Ada Otak Kotor yang Tidak Suka Anies dan Habib Rizieq
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon saat mendatangi kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara mengenai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh pihak kepolisian.

Fadli Zon mengatakan, pemanggilan kedua tokoh tersebut sejatinya terjadi lantaran ada pihak-pihak yang membenci mereka.

"Yang terjadi pada Gubernur DKI dan Habib Rizieq itu karena ada otak kotor. Mereka tidak suka dengan dua orang ini," tukas Fadli dikutip Suara.com dari tayangan Kanal YouTube Dua Sisi.

Menurut Fadli Zon, para 'otak kotor' yang tidak suka dengan Anies Baswedan dan Habib Rizieq berusaha untuk menjegal keduanya dengan berbagai caranya.

Bahkan, mereka menghalalkan berbagai cara, termasuk merekayasa kejadian agar publik tidak lagi respect dengannya.

Fadli Zon di Acara Dua Sisi (YouTube/TalkShow TV One).
Fadli Zon di Acara Dua Sisi (YouTube/TalkShow TV One).

"Itu dicari-cari kesalahan mereka, merekayasa supaya ditjatuhkan, diberhentikan," ucap Fadli Zon.

Lebih lanjut, Politikus Partai Gerindra ini menyoroti alasan pemanggilan Anies Baswedan yang menurutnya sangat tidak masuk akal.

Perlu diketahui, beredar kabar Anies Baswedan diselidiki lantaran ada dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

"Emang yang melanggar protokol kesehatan Anies Baswedan? Dari logika otak gak masuk. Jadi ini mencari kesalahan yang menciptakan kegaduhan baru," lanjut dia.

baca juga

Menurut Fadli Zon, apabila Anies Baswedan kemudian disalahkan, seharusnya Presiden Jokowi dan Menkes Terawan lebih dulu disentil.

Pasalnya, kedua tokoh sentral negara itu terkesan menyepelekan Covid-19 sebelum merebak seperti sekarang.

"Kalau pembiaran, itu yang paling bisa ditindak Presiden Jokowi dan Menkes Terawan. Ketika awal pandemi mereka membiarkan. Saya kira pembiaran luar biasa berbulan-bulan, sehingga banyak jatuh korban. Jadi kalo ada pembiaran, justru dilakukan pemerintah pusat," tegas Fadli.

Perlu diketahui, Selasa (17/11/2020) lalu Anies Baswedan memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk diselidiki atas kasus pernikahan putri Habib Rizieq.

Anies diperiksa selama 9 jam. Hasil laporan itu dibukukan menjadi 23 halaman. Dia menegaskan bahwa semua pertanyaan itu dijawab olehnya seusai dengan fakta yang sesungguhnya.

Ada 33 pertanyaan yang diajukan penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya selama proses pemeriksaan berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya: Kalau Perlu Bubarkan Saja FPI!

Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya: Kalau Perlu Bubarkan Saja FPI!

Banten | Jum'at, 20 November 2020 | 13:19 WIB

Nikita Mirzani Senang Ancaman FPI Dibubarkan: Hidup NKRI Harga Mati!

Nikita Mirzani Senang Ancaman FPI Dibubarkan: Hidup NKRI Harga Mati!

Jakarta | Jum'at, 20 November 2020 | 13:18 WIB

Sebut Bisa Ganggu Keutuhan NKRI, IPW Apresiasi TNI Turunkan Baliho Rizieq

Sebut Bisa Ganggu Keutuhan NKRI, IPW Apresiasi TNI Turunkan Baliho Rizieq

News | Jum'at, 20 November 2020 | 13:04 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×