Kronologi Kerumunan Massa Pengikut Rizieq di Megamendung Versi Ridwan Kamil

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 20 November 2020 | 19:23 WIB
Kronologi Kerumunan Massa Pengikut Rizieq di Megamendung Versi Ridwan Kamil
Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri terkait kasus kerumunan massa Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Emil pun menjelaskan kronologi terjadinya kerumunan massa tersebut.

Kronologi tersebut dipaparkan pria yang akrab disapa Kang Emil usai jalani pemeriksaan selama 7 jam di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020).

"Berikutnya, krononologis yang terjadi di Bogor. Pertama, itu adalah salat Jumat dan peletakan batu pertama, itu laporan panitianya ke camat, ke satgas kabupaten itu hanya itu. Jadi bukan acara besar yang mengundang, hanya acara rutin," kata Kang Emil.

Menurutnya, sebenarnya sudah ada proses lobi terkait bakal adanya potensi kerumunan massa yang terjadi dalam acara tersebut. Selain itu, ia mengklaim pencegahan juga sudah dilakukan.

"Kemudian, dalam hari H-nya, ternyata ada euforia dari masyarakat yang bukan mengikuti tapi hanya ingin melihat juga, itu yang membuat situasi jadi sangat masif kira-kiranya," ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan soal Habib Rizieq Shihab di Bareskrim Polri. (Suara.com)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan soal Habib Rizieq Shihab di Bareskrim Polri. (Suara.com)

Lebih lanjut, ternyata langkah tersebut nampaknya belum berhasil. Kerumunan menurutnya sudah kadung terjadi. Sehingga pihaknya dihadapkan kepada dua pilihan tindakan yakni persuasif atau represif.

"Pilihan di lapangan saat itu karena massa kalau sudah besar cenderung ada potensi gesekan. Maka pilihan dari pak Kapolda Jabar saat itu memutuskan pendekatan humanis non-represif. Walaupun akhirnya, pilihan-pilihan itu memberi konsekuensi pada institusi kepolisian yang saya sangat hormati terkait hal itu," tuturnya.

"Jadi kalau ditanya, tolong tegakkan, sudah sangat ditegakkan ya dengan jumlah sebanyak itu kira-kira. Hanya kalau sudah ada massa besar, karena sebuah proses. Kadang-kadang kan treatment-nya tidak selalu ditegas represif kan."

Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sejak pagi tadi.

baca juga

Kang Emil datang memenuhi panggilan polisi sekira pukul 09.38 WIB. Dia datang dengan pakaian kemeja berwarna biru dan dibalut dengan rompi.

"Saya hadir sebagai Gubernur Jawa Barat untuk dimintai keterangan saja, nanti Inshaallah akan saya sampai akan sampaikan setelah selesai ya," kata Emil di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat.

Sementara itu ketika ditanya apakah dirinya keberatan dalam penuhi panggilan klarifikasi ini, Emil menjawab dengan santai.

"Bukan diperiksa ya, ini cuma diklarifikasi," ungkapnya.

Tak banyak kalimat lagi keluar dari mulut mantan Walikota Bandung tersebut. Emil langsung memasuki gedung Bareskrim Polri untuk menjalani proses selanjutnya.

Selain Ridwan Kamil, penyidik juga berencana memeriksa 10 saksi lainnya di Polda Jawa Barat.

Daftar 10 saksi yang bakal diklarifikasi di Polda Jawa Barat, yakni; Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin, Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin, Kasatpol PP Pemda Kabupaten Bogor Agus Ridallah, Camat Megamendung Endi Rismawan, Kades Sukagalih Megamendung Alwasyah Sudarman, Kades Kuta Kusnadi, Ketua RW 3 Agus, dan Ketua RT 1 Marno.

Selain itu, adapula Babinkamtibmas Aiptu Dadang Sugiana, dan panitia acara sekaligus tokoh FPI Muchsin Al-Atas.

"Ini terkait dengan lokus di Megamendung," ucap Karo Penmas Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri LH Soroti Ekowisata yang Selaras dengan Alam, dari Dusun Bambu hingga Megamendung

Menteri LH Soroti Ekowisata yang Selaras dengan Alam, dari Dusun Bambu hingga Megamendung

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Sepatu Batik untuk Sepak Bola? Ortuseight dan Beckham Putra Satukan Budaya dan Lapangan Hijau!

Sepatu Batik untuk Sepak Bola? Ortuseight dan Beckham Putra Satukan Budaya dan Lapangan Hijau!

Lifestyle | Sabtu, 01 November 2025 | 07:02 WIB

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Foto | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 19:01 WIB

Banjir dan Tanah Longsor di Puncak Bogor, 3 Orang Meninggal Dunia

Banjir dan Tanah Longsor di Puncak Bogor, 3 Orang Meninggal Dunia

Foto | Senin, 07 Juli 2025 | 19:09 WIB

Puncak Bogor Mencekam! Banjir Deras Landa Jalan Raya, Pengendara Motor Bertumbangan

Puncak Bogor Mencekam! Banjir Deras Landa Jalan Raya, Pengendara Motor Bertumbangan

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 22:32 WIB

Apa Artinya Perubahan TWA Megamendung Jadi Cagar Alam bagi Masa Depan Hutan?

Apa Artinya Perubahan TWA Megamendung Jadi Cagar Alam bagi Masa Depan Hutan?

Lifestyle | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:42 WIB

Megamendung Kembar: Novel Historical Romance tentang Cinta Pembatik Cirebon

Megamendung Kembar: Novel Historical Romance tentang Cinta Pembatik Cirebon

Your Say | Rabu, 26 Februari 2025 | 20:14 WIB

Suporter Persib Terlibat Bentrok di Megamendung, Satu Orang Terluka dan Empat Motor Diamankan

Suporter Persib Terlibat Bentrok di Megamendung, Satu Orang Terluka dan Empat Motor Diamankan

News | Senin, 27 Mei 2024 | 21:52 WIB

Padu Padan Wastra Batik Megamendung Cirebon di Perayaan Idul Fitri

Padu Padan Wastra Batik Megamendung Cirebon di Perayaan Idul Fitri

Video | Rabu, 10 April 2024 | 08:05 WIB

Ngobrol Bareng Wastra Nusantara: Kain Batik Megamendung dari Cirebon

Ngobrol Bareng Wastra Nusantara: Kain Batik Megamendung dari Cirebon

Video | Rabu, 10 April 2024 | 05:05 WIB

Terkini

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:38 WIB

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:32 WIB

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:29 WIB

×