Masyarakat Adat yang Lahannya Tidak Digusur Lebih Survive saat Pandemi

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 21 November 2020 | 02:05 WIB
Masyarakat Adat yang Lahannya Tidak Digusur Lebih Survive saat Pandemi
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk rasa berkabung atas disahkan UU Cipta Kerja. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, mengatakan masyarakat adat yang tidak menjadi korban penggusuran berhasil melewati pandemi virus Corona (Covid-19). Sementara bagi masyarakat adat yang menjadi korban penggusuran justru kesulitan.

Rukka menjelaskan masyarakat adat yang tidak tergusur itu masih bisa mengelola wilayahnya termasuk untuk ketersediaan pangan. Meskipun Indonesia dihantam pandemi Covid-19, namun mereka justru bisa survive.

"Masyarakat adat yang masih mengelola wilayah adatnya, yang belum diganggu oleh pembangunan itu justru yang berhasil bisa melewati pandemi ini, yang pangannya tidak terganggu," jelas Rukka dalam diskusi virtual bertajuk Aktivisme Kewargaan di Tengah Geliat Demokrasi, Jumat (20/11/2020).

Meski demikian, situasi itu tidak dirasakan oleh masyarakat adat yang menjadi korban penggusuran.

Masyarakat adat yang akhirnya menjadi buruh misalnya disebutkan Rukka tidak memiliki ketersediaan pangan.

Lain lagi dengan masyarakat adat yang menjadi petani kelapa sawit. Mereka pun dikatakan tidak memiliki jaminan kehidupan.

Rukka menuturkan kondisi sulit tersebut justru dicarikan solusi palsu kepada pelaku penggusuran wilayah adat yakni perusahaan-perusahaan yang telah merampas.

"Kami ini yang kemudian semakin mengalami tekanan ketika yang disebut dengan solusi palsu untuk keluar dari krisis yang ada saat ini, sekali lagi dikembalikan kepada justru pelakunya yang membuat kita kesulitan hari ini yaitu perusahaan-perusahaan yang sudah merampas wilayah adat," ujarnya.

"Dan mengekploitasi sumber daya kekayaan negara ini dan tidak dikembalikan sebenarnya buat kita warga negara, itu hanya kemudian berakhir di kantor segelintir orang, ini yang menjadi persoalan utama."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Perintah Pemerintah Diikuti, Ridwan Kamil Singgung Lisan Pemimpin

Minta Perintah Pemerintah Diikuti, Ridwan Kamil Singgung Lisan Pemimpin

News | Jum'at, 20 November 2020 | 21:39 WIB

Tambah 1.240 Orang, Kasus Corona di Jakarta Mencapai 124.243 Pasien

Tambah 1.240 Orang, Kasus Corona di Jakarta Mencapai 124.243 Pasien

News | Jum'at, 20 November 2020 | 21:17 WIB

AMAN Bicara Sulitnya Pengesahan UU Masyarakat Adat

AMAN Bicara Sulitnya Pengesahan UU Masyarakat Adat

News | Jum'at, 20 November 2020 | 20:16 WIB

Disetujui BPOM AS, WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Covid-19

Disetujui BPOM AS, WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Covid-19

Health | Jum'at, 20 November 2020 | 20:10 WIB

Keajaiban! Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar saat Koma karena Derita Covid-19

Keajaiban! Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar saat Koma karena Derita Covid-19

Health | Jum'at, 20 November 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

×