Disetujui BPOM AS, WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 20 November 2020 | 20:10 WIB
Disetujui BPOM AS, WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Covid-19
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui panduannya tentang obat Covid-19. Mereka menyarankan untuk tidak menggunakan antivirus remdesivir sebagai obat infeksi virus corona bagi pasien, terlepas seberapa parah penyakit mereka.

Menurut pembaruan baru yang terbit di jurnal BMJ pada Kamis (19/11/2020), bukti saat ini tidak menunjukkan remdesivir memengaruhi risiko kematian atau penggunaan alat bantu pernapasan ventilator pada pasien Covid-19, di antara hasil penting lainnya.

Pembaruan ini muncul sebulan setelah perusahaan Gilead Sciences, pembuat remdesivir, mengumumkan bahwa BPOM AS (FDA) menyetujui produknya digunakan untuk mengobati Covid-19.

Ini adalah antivirus pertama yang menerima persetujuan dari FDA untuk mengobati infeksi SARS-CoV-2 tersebut, lapor CNN.

"Remdesivir mungkin sudah menerima persetujuan FDA, tetapi (obat ini) bukan rekomendasi WHO karena penelitian yang muncul," kata Amesh Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, yang tidak terlibat dalam pembaruan pedoman baru WHO.

Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Memang, studi obat awalnya menunjukkan beberapa manfaat dalam melawan Covid-19. Tetapi setelah banyak data terkumpul, hasilnya berubah.

"Tapi dasar bukti untuk itu lemah, tidak kuat, dan aku pikir itulah yang kita lihat tercermin dalam pedoman WHO, hanya evaluasi data yang ada di luar sana lebih banyak dari sekarang," sambungnya.

"Kita memiliki banyak obat FDA yang disetujui untuk banyak kondisi, tetapi apakah selalu sesuai pedoman dan selalu direkomendasikan? Tidak, belum tentu. Jadi, kami sering menyempurnakan perawatan," lanjutnya.

Untuk mencapai hasil tersebut, WHO mengadakan panel internasional yang terdiri dari 24 ahli dan empat orang yang selamat dari Covid-19 untuk meninjau data dan membuat rekomendasi.

baca juga

Rekomendasi terhadap remdesivir didasarkan pada data dari empat uji coba acak termasuk 7.333 orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

"Panel menyimpulkan bahwa kebanyakan pasien tidak akan memilih pengobatan intravena menggunakan remdesivir karena bukti kepastian yang rendah," tulis para peneliti dari berbagai institusi di seluruh dunia.

"Setiap efek menguntungkan dari remdesivir, jika memang ada, kemungkinan kecil dan kemungkinan bahaya penting tetap ada," sambung mereka.

Meski begitu, mereka tetap mengakui bahwa ada nilai dan preferensi yang mungkin berbeda. Tetap akan ada pasien dan dokter yang memilih menggunakan remdesivir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Tak Bermanfaat, Remdesivir Tetap Jadi Obat Covid-19 di Jerman

Disebut Tak Bermanfaat, Remdesivir Tetap Jadi Obat Covid-19 di Jerman

Health | Rabu, 04 November 2020 | 12:43 WIB

BPOM AS Setuju Remdesivir Jadi Obat Covid-19, Ahli: Tapi Bukan Obat Ajaib!

BPOM AS Setuju Remdesivir Jadi Obat Covid-19, Ahli: Tapi Bukan Obat Ajaib!

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:19 WIB

Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19

Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×