Kisah 15 Tahun Angela Merkel Menjadi Kanselir Jerman

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 23 November 2020 | 16:27 WIB
Kisah 15 Tahun Angela Merkel Menjadi Kanselir Jerman
DW

Di tengah krisis akibat skandal sumbangan gelap yang mengguncang CDU, pada tahun 2000 Merkel akhirnya terpilih sebagai perempuan pertama yang menjadi ketua CDU, dan pada tahun 2005 ia menjadi kanselir perempuan pertama di Jerman.

Awal masa jabatan Merkel sebagai kanselir tidak bisa dibilang mulus. Kemenangannya sempat membuat penguasa Rusia Vladimir Putin geram karena ia menjagokan salah satu sekutu terdekatnya, yakni petahana Gerhard Schröder dari Partai SPD.

Dalam pertemuan dengan Merkel pada tahun 2007, Putin bahkan dengan sengaja membawa anjing labradornya. Putin tahu bahwa Merkel dikenal takut terhadap anjing.

Krisis Euro Tugas terbesar pertama yang dihadapi Merkel saat baru menjabat sebagai kanselir adalah ambruknya pasar uang akibat krisis keuangan tahun 2008.

Kebijakannya yang keras mampu menyelamatkan perekonomian Eropa dengan membentuk dana moneter penyelamat mata uang Euro.

Namun kebijakan ini pula yang telah menyeret Yunani dan Spanyol ke jurang kebangkrutan. Popularitas Merkel di Yunani merosot drastis saat krisis Euro memasuki fase menentukan di tahun 2014.

Ia dianggap sebagai musuh negara itu. Tapi Merkel bergeming. Ia tetap mendesak pemerintah Yunani melaksanakan reformasi dan pengetatan anggaran.

Krisis pengungsi dan radikalisme

Krisis pengungsi pada tahun 2015/2016 menjadi tantangan baru buat Angela Merkel. Tanpa mendengarkan keberatan dari partainya sendiri, Merkel membuka pintu bagi satu juta pengungsi Suriah dan Irak yang ingin ke Jerman.

baca juga

"Kita mampu!" begitu bunyi kredo yang ia dengungkan.

Namun belakangan Merkel dibanjiri kritik karena tidak punya rencana kongkrit mengenai nasib pengungsi setelah mereka tiba di Jerman.

Akibat kebijakan ini, partai CDU pada pemilu tahun 2016 kehilangan banyak suara dan partai ultra kanan yang antipengungsi dan anti-Islam yaitu AfD memperoleh banyak dukungan.

Popularitas Merkel juga terus merosot akibat krisis pengungsi. Dalam sebuah jajak pendapat di majalah politik Cicero tahun 2016, sekitar 64 persen responden menyatakan tidak mau lagi dipimpin Merkel setelah masa jabatannya habis di tahun 2017.

Terkait kebijakannya itu, Merkel mengakui telah "kehilangan kendali" dan mengatakan pembukaan perbatasan yang memungkinkan ratusan ribu orang masuk adalah "kesalahan" yang tidak boleh terulang.

Hingga tahun 2020 ia pun tetap jadi kanselir Jeman. Pada awal tahun ini, krisis pengungsi kembali terjadi di perbatasan Yunani-Turki.

Namun Jerman tampaknya belajar dari kesalahan mereka pada lima tahun sebelumnya. Partai ekstrem kanan AfD semakin populer, serangan ekstremis kanan juga makin meningkat di dalam negeri.

Merkel tahu bahwa ia harus sangat berhati-hati dalam menangani krisis kali ini. Tekanan radikalisme memang makin menguat di Eropa, tidak hanya dari ekstremis sayap kanan, tetapi juga kaum fundamentalis berbasis agama.

Merkel percaya bahwa negara-negara di Uni Eropa harus bekerja sama dalam menghadapi krisis ini.

Pandemi, teori konspirasi, dan percaya akal sehat

Di ujung masa jabatannya, Merkel rupanya tidak dibiarkan rileks, wabah corona melanda dunia. Hingga kini wabah ini telah merenggut jutaan nyawa, dan menjungkirbalikkan kehidupan banyak orang.

Pertengahan Maret 2020, Angela Merkel pertama kali berbicara langsung dengan publik Jerman melalui televisi, menekankan seriusnya keadaan.

"Ini serius. Anda juga harus mengangap ini serius," kata Merkel dalam pidato televisi kepada publik Jerman.

"Sejak Perang Dunia Kedua, tidak ada tantangan bagi negara kita yang sangat membutuhkan solidaritas kita semua.”

Berkali-kali, Merkel juga menekankan bahwa orang-orang harus tetap menggunakan akal sehat mereka.

Sesuai gayanya yang lugas dan tanpa embel-embel untuk mempermanis keadaan, Merkel secara terbuka mengatakan bahwa situasi ke depan akan sulit, tapi ia juga percaya bahwa Jerman akan bisa melewati ujian ini, jika semua warga benar-benar melakukan bagian mereka.

Pada awal November, Jerman kembali memberlakukan lockdown parsial untuk membendung laju sebaran virus corona SARS-CoV-2.

Dalam pidatonya di parlemen Jerman Bundestag, akhir Oktober lalu, Merkel memperingatkan bahwa musim dingin ini akan menjadi musim dingin yang panjang.

“Musim dingin ini akan sulit. Empat bulan yang panjang dan sulit, tapi itu akan berakhir,” ujar Merkel, seraya mengatakan bahwa dia memahami "frustrasi" atas pandemi ini dengan adanya aturan pembatasan baru, tetapi dia mendesak anggota parlemen dan publik untuk melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk memperlambat penyebaran.

"Kebebasan bukan berarti bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan," katanya.

"Kebebasan adalah tanggung jawab."

Kanselir Merkel juga mengecam maraknya teori konspirasi dan informasi bohong yang beredar di masyarakat saat dunia berusaha memerangi virus ini.

“Kebohongan, disinformasi, dan teori konspirasi tidak hanya merusak debat demokrasi, tapi juga perang melawan virus," kata Merkel.

Dikagumi Barrack Obama

Pada Selasa (17/11) mantan Presiden AS Barrack Obama merilis buku memoarnya dan secara khusus memuji Angela Merkel di buku itu.

Dalam yang berjudul A Promised Land ini, Obama menulis bahwa Merkel pada awalnya memandang Obama dengan skeptis - mungkin karena pidato Obama yang dinilai kuat dan dengan "retorika yang berlebihan."

Namun, Obama tidak membenci skeptisisme itu dan malah berpendapat bahwa "bagi kepala pemerintahan Jerman, rasa enggan terhadap kemungkinan demagogi mungkin merupakan sikap yang sehat," tulis Obama.

Demagogi menjadi kian marak digunakan oleh politisi, yaitu tindakan atau cara untuk mendapatkan dukungan massa dengan cara membangkitkan emosi, alih-alih menyodorkan sebuah gagasan atau solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

Setelah tahun-tahun berganti, Obama semakin berpendapat bahwa Merkel menjadi kian menyenangkan, dan menyebutnya sebagai seseorang yang "dapat diandalkan, jujur, tepat secara intelektual, dan ramah secara yang alami."

Obama juga memuji karakteristik Merkel yang ia sebut telah membentuk karirn pemimpin Jerman itu secara keseluruhan, yakni: "keterampilan organisasi", "kecerdasan strategis" dan "kesabaran yang tak tergoyahkan." ae/hp (dpa, AFP, Reuters, zdf)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

×