Diserang Stigma 'Mulyono Jilid 2' Dedi Mulyadi Balas Menohok: Akhlak Pemimpin Diukur dari Anggaran!

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 08:25 WIB
Diserang Stigma 'Mulyono Jilid 2' Dedi Mulyadi Balas Menohok: Akhlak Pemimpin Diukur dari Anggaran!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Podcast Akbar Faizal Uncensored. [YouTube]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons tegas dan berkelas terhadap berbagai kritik serta stigma negatif yang dialamatkan kepadanya. 

Dalam perbincangan di Podcast Akbar Faizal Uncensored, Dedi Mulyadi tak gentar meski kerap dilabeli dengan sebutan "Mulyono Jilid 2" oleh lawan-lawan politiknya.

Bagi Dedi, julukan sinis seperti itu, termasuk "Gubernur Konten", "Kang Duda Merana", hingga "Gubernur Pencitraan", hanyalah angin lalu yang tidak akan mengganggu fokus kerjanya sebagai orang nomor satu di Jawa Barat. 

Ia mengaku sudah terbiasa dengan dinamika politik yang seringkali menyerang personalitasnya.

"Tidak masalah dengan berbagai gelar yang diberikan, seperti 'Mulyono Jilid 2', 'Gubernur Pencitraan', atau bahkan 'Kang Duda Merajalela'," ujar Dedi Mulyadi dengan nada santai dalam podcast tersebut.

Menurut politisi yang akrab disapa Kang Dedi ini, gaya kepemimpinannya yang kerap turun langsung ke masyarakat dan aktif di media sosial bukanlah hal baru.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya saat ini sama persis dengan metodenya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode. 

Perbedaannya, kata dia, hanya terletak pada skala dan amplifikasi media yang kini jauh lebih masif di tingkat provinsi.

Fenomena ini ia pandang sebagai konsekuensi logis di era digital, di mana setiap gerak-gerik pemimpin menjadi sorotan dan bahan perbincangan publik. 

Namun, Dedi Mulyadi tidak hanya menanggapi soal julukan. Ia juga meluruskan tudingan yang menyebutnya tidak berakhlak mulia atau berbuat zalim.

Secara menohok, ia memaparkan definisi akhlakul karimah seorang pemimpin dari sudut pandangnya.

Baginya, moralitas seorang pejabat publik tidak cukup diukur dari retorika atau penampilan luar, melainkan dari cara ia mengelola dan mempertanggungjawabkan anggaran negara kepada rakyatnya.

"Optimisme publik yang muncul bukanlah karena buzzer, melainkan karena publik bahagia bisa mengakses dan melihat langsung peruntukan anggaran provinsi," tegas Dedi Mulyadi.

Ia bahkan mengklaim bahwa serangan buzzer yang gencar menyudutkannya justru banyak diorganisir dari luar wilayah Jawa Barat. 

Ini menjadi indikasi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak nyaman dengan transparansi dan model kepemimpinan yang ia terapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur Jawa Barat, Gebrakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

Bongkar Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur Jawa Barat, Gebrakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 07:43 WIB

Dedi Mulyadi 'Kuliti' Anggaran Jabar Era Gubernur Sebelumnya: Pembangunan Tertinggal 20 Tahun!

Dedi Mulyadi 'Kuliti' Anggaran Jabar Era Gubernur Sebelumnya: Pembangunan Tertinggal 20 Tahun!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 07:34 WIB

Nongol di IG Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Sebut Kenaikan PBB 1000 Persen Bukan Keputusannya

Nongol di IG Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Sebut Kenaikan PBB 1000 Persen Bukan Keputusannya

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 06:45 WIB

Terkini

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:47 WIB

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:15 WIB