alexametrics

Nyesek, Seorang Guru Ngajar Online Tapi Tak Satu pun Siswanya Mau Hadir

Reza Gunadha | Hadi Mulyono
Nyesek, Seorang Guru Ngajar Online Tapi Tak Satu pun Siswanya Mau Hadir
Kelas online yang tidak dihadiri muridnya. (Twitter/@skinleas)

Guru tersebut menerapkan pembelajaran online tapi ternyata tidak ada satu pun muridnya yang ikut.

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang mengacaukan hampir semua aspek kehidupan, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara online. Banyak cerita menarik yang terjadi di balik belajar online seperti kisah seorang guru yang pengalamannya viral belum lama ini.

Guru tersebut menerapkan pembelajaran online tapi ternyata tidak ada satu pun muridnya yang ikut.

Kisahnya dibagikan oleh akun Twitter Nuha alias @skinleas, Rabu (25/11/2020).

"Kesiannya abi, dia buat class budak budak dia sorang pun tak masuk. Sampai abi nak kena call sorang sorang, tu pun diaorang tak angkat (Kasihan abi, dia buka kelas tapi tidak ada satu siswa pun yang masuk, sampai abi harus telpon setiap murid, satu pun tidak ada yang angkat telepon)," tulisnya Nuha memulai kisahnya dalam bahasa Malaysia.

Baca Juga: Viral Pria Suka Minta Uang ke Pacar Gegara di-PHK, Kalau Ditolak Ngambek

Menurut Nuha, ayahnya yang menggelar kelas online tersebut telah menunggu dan terus menunggu sang murid melalui aplikasi Google Meet.

Kelas online yang tidak dihadiri muridnya. (Twitter/@skinleas)
Kelas online yang tidak dihadiri muridnya. (Twitter/@skinleas)

Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang bergabung di kelasnya tersebut.

"Tengok la ni abi sorang je, class abi start 8:30 tadi now dah nak 9 lebih tapi takda siapa masuk," terang Nuha.

Usahanya guru tersebut berulang kali mencoba menelepon para murid satu per satu. Sayang seribu sayang, usahanya tidak membuahkan hasil karena siswanya malah mematikan ponsel.

Dari sekian banyak muridnya yang mangkir, sebagian berdalih sedang sibuk kerja.

Baca Juga: Apresiasi Tenaga Pengajar di Indonesia Timur, BCA Hadirkan Acara Inspiratif

“Mereka tahu hari ini ada kelas abi, tapi memilih mematikan telepon," imbuh Nuha dengan bahasa Melayu.

Komentar