Ceramah 'Tumpeng Ajaran Hindu' Viral, Tanggapan Anak Jokowi Malah Begini

Dany Garjito | Farah Nabilla | Suara.com

Senin, 30 November 2020 | 10:58 WIB
Ceramah 'Tumpeng Ajaran Hindu' Viral, Tanggapan Anak Jokowi Malah Begini
Putra bungsu Joko Widodo, Kaesang Pangerep memberikan suara Pemilu 2019 di TPS 38 Manahan Kota Solo, Rabu (17/4/2019). [Suara.com/M Alfi Makhsun]

Suara.com - Video ceramah 'Tumpeng Ajaran Hindu' menghebohkan media sosial. Tak tinggal diam, anak Jokowi Kaesang Pangarep pun ikut menanggapi soal tumpeng tersebut.

Video Tumpeng Ajaran Hindu viral

Ustaz Abdul Aziz ceramah soal makanan tradisional tumpeng merupakan bentuk ajaran agama Hindu. Ceramah ini pun kemudian mendapat respons dari Kaesang. Anak Jokowi tersebut menyandingkan rupa makanan tumpeng dalam bentuk lain.

Mengutip Hops.id---Jaringan Suara.com, Senin (30/11), penceramah agama Islam tersebut mengungkapkan bahwa tumpeng merupakan simbolisasi dari agama Hindu.

Segitiga tumpeng merupakan perwujudan atau manifestasi trimurti dewa Hindu yaitu Shiwa, Wishnu dan Brahmana. Untuk itu dia mengajak kepada jemaahnya tinggalnya tradisi membuat tumpeng dan beralihlah kepada bentuk yang lainnya. Bagaimana sih faktanya?

Dalam video tersebut, Ustaz Abdul Aziz mengawalinya dengan sebuah pertanyaan yang mengulas konsep tumpeng.

Geger Ceramah Tumpeng Itu Hindu, Begini Respon dari Kaesang Pangarep. (Twitter/@kaesangp)
Geger Ceramah Tumpeng Itu Hindu, Begini Respon dari Kaesang Pangarep. (Twitter/@kaesangp)

“Pertanyaan kelima apakah Anda kenal dengan ini ayah bunda (menunjukkan tumpeng)? Kira-kira kalau ini bukan gambar, ini kenyataan sehabis kajian ini kita makan enak nggak ayah bunda? Kalau ayah bunda katakan enak, saya katakan tak enak ayah bunda, kenapa?”

Ustaz Abdul Aziz menjelaskan dalam tumpeng mengandung konsep Hindu. Di menjelaskan dalam keterangan di kitab Manawa Dharmasastra Weda Smrti, bahwa orang Hindu kasta terendah, Kasta Sudra membuat tumpeng sebagai pengganti kesaksian kehinduan.

“Konsep di dalam agama Hindu kastra Sudrayang sulit baca Om swastyasyu awikina wastu Eka eva Brahman sadahatnya sulit ngga itu ayah bunda? Maka di dalam kitab itu Kasta Sudra cukup membikin tumpeng. Bentuknya segitiga yang dimaksud di sini adalah trimurti, manifestasi Dewa Brahma Shiwa dan Wishnu,” jelas ustaz tersebut.

Selanjutnya dia mengatakan, menurut keyakinan orang Hindu barang siapa yang membuat tumpeng artinya mereka telah berkeyakinan Hindu. Hal ini lah menurut ustaz Abdul Aziz yang mesti diwaspadai.

“Umat Hindu mengatakan barang siapa yang sudah membikin tumpeng dia sudah bergama Hindu,” jelasnya.

Selanjutnya ustaz Abdul Aziz mengatakan apakah dampak dari keyakinan orang Hindu pada orang yang membuat tumpeng itu, ada imbasnya lho.

“Ada imbasnya nggak sama kita yang dikatakan saudara kita itu? Rasul SAW bersabda barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan itu,” tuturnya.

Nah Ustaz Abdul Aziz paham bagaimana nanti kalau orang mau syukuran, apa nggak perlu pakai tumpeng. Solusinya ada kata si penceramah agama itu.

“Tak usah menyerupai orang yang bergama Hindu, tak udah bikin tumpeng. Anda ratakan saja bisa ditaruh di piring atau kotak makan,” kata dia.

Geger Ceramah Tumpeng Itu Hindu, Begini Respon dari Kaesang Pangarep. (Twitter/@kaesangp)
Geger Ceramah Tumpeng Itu Hindu, Begini Respon dari Kaesang Pangarep. (Twitter/@kaesangp)

Menanggapi hal tersebut, Kaesang Pangarep belum lama ini membuat sebuah cuitan dengan gambar yang cukup menggelitik.

Bukan tumpeng berbentuk segitiga piramida. Potret tumpeng yang diunggah oleh Kaesang Pangarep justru berbentuk karakter Hello Kitty.

“Kalo tumpengnya helo kiti gimana?” tulis Kaesang.

Sontak, cuitan Kaesang unggah foto tumpeng Hello Kitty tersebut mendadak viral dan mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet.

"Yaudah tumpengnya yang ini aja," imbuh warganet lain mengunggah foto tumpeng berbentuk Barbie. 

"Kalau ini boleh nggak ya, gambar anak ayam," timpal warganet lainnya. 

Hingga artikel ini ditulis, cuitan Kaesang unggah foto tumpeng Hello Kitty tersebut telah mendapatkan seribu lebih likes dari warganet.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perayaan HUT ke-92 Persija: Potong Tumpeng dan Santunan Anak Yatim

Perayaan HUT ke-92 Persija: Potong Tumpeng dan Santunan Anak Yatim

Video | Sabtu, 28 November 2020 | 13:30 WIB

Terlalu Cetar Membahana, Viral Cepol Hijab Ketinggian Kayak Tumpeng

Terlalu Cetar Membahana, Viral Cepol Hijab Ketinggian Kayak Tumpeng

Kalbar | Jum'at, 06 November 2020 | 16:02 WIB

Malah Mirip Tumpeng, Tampilan Cepol Hijab Ini Bikin Salah Fokus

Malah Mirip Tumpeng, Tampilan Cepol Hijab Ini Bikin Salah Fokus

Lifestyle | Kamis, 05 November 2020 | 13:14 WIB

Terkini

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB