Kisah Ashabul Kahfi, Tujuh Pemuda Tertidur Selama Lebih dari 300 Tahun

Rifan Aditya

Kamis, 03 Desember 2020 | 12:57 WIB
Kisah Ashabul Kahfi, Tujuh Pemuda Tertidur Selama Lebih dari 300 Tahun
Ilustrasi - Kisah Ashabul Kahfi (Pexels/rawpixel.com)

Suara.com - Pernahkah kamu mendengar cerita mencengangkan tentang Ashabul Kahfi? Kisah Ashabul Kahfi bercerita tentang tujuh pemuda yang tertidur selama 300 tahun. Latar waktu cerita tersebut disebut-sebut terjadi sebelum zaman Nabi Muhammad SAW.

Bila kisah ini nyata maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama orang-orang di masa lalu bisa hidup sampai ratusan tahun. Kedua, orang-orang ini mengalami suatu kejadian yang kini terkenal dengan fenomena paralel world. Mana yang benar? Tak perlu menganalisa karena sulit untuk dibuktikan.

Mari kita kenang saja kisah ashabul kahfi tersebut dan kita maknai sebagai sebuah tanda bahwasanya kekuasaan Sang Maha Pencipta itu Maha Besar.

Kisah Awal Ashabul Kahfi

Kisah Ashabul Kahfi dimulai dari ketika tujuh pemuda sedang tidur di dalam goa. Mereka dibangukan dan keluar dari goa tersebut. Ketika sampai di kota, ketujuhnya heran. Kotanya sudah berubah sama sekali dari terakhir kali mereka tinggalkan. Peristiwa ini terjadi sebelum zaman Nabi Muhammad SAW dan dijelaskan dalam Alquran surat Al-Kahfi.

Semua dimulai dari keberadaan raja yang menyembah berhala. Raja dan pasukannya menyerbu kota Afasus. Raja itu bernama Diqyanius yang berasal dari Romawi itu berhasil menguasai kota Afasus.

Akan tetapi, sebagian rakyat tentu saja menolak, termasuk ketujuh pemuda tersebut. Mereka bersembunyi dari kejaran pasukan raja. Supaya tidak terbunuh, mereka bersembunyi di dalam goa.

Mereka tertidur lalu bangun 309 tahun kemudian. Kota mereka tentu saja sudah berubah, tidak lagi mengalami perang, tapi mereka sudah tidak berada di kota yang sama dengan yang mereka kenal terakhir kali.

Tertulis dalam Al-Qur'an

Nama tujuh pemuda Ashabul Kahfi tersebut adalah Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus, dan Thamlika. Kisah mereka kemudian dikenal dengan nama Ashabul Kahfi. Kisah Ashabul Kahfi ini tertuang dalam Surat Al-Kahfi ayat 10-11:

I awal-fityatu ilal-kahfi fa ql rabban tin mil ladungka ramataw wa hayyi` lan min amrin rasyad. Fa arabn 'al nihim fil-kahfi sinna 'adad

"Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami". Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun." (QS. Al-Kahf/18: 10-11).

Kelanjutan ceritanya tertuang dalam Surat Al-Kahfi ayat 19. Allah membangunkan para pemuda yang tertidur di goa ketika kota telah aman.

Wa kalika ba'anhum liyatas`al bainahum, qla q`ilum min-hum kam labitum, ql labin yauman au ba'a yam, ql rabbukum a'lamu bim labitum, fab'a aadakum biwariqikum hih ilal-madnati falyanur ayyuh azk a'man falya`tikum birizqim min-hu walyatalaaf wa l yusy'iranna bikum aad

“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)’. Mereka menjawab: ‘Kita berada (disini) sehari atau setengah hari’. Berkata (yang lain lagi): ‘Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.” (QS al-Kahfi:19).

Makna Kisah Ashabul Kahfi

Keputusan tujuh pemuda untuk berlindung di gua bukanlah sebuah pelarian tetapi cara mereka untuk menjaga keimanan terhadap Allah SWT. Sebab, tujuh pemuda itu tidak mau ikut dengan Raja Diqyanius yang menyembah berhala.

Pada Surat Al-Kahfi ayat 19, jelas bahwa Allah SWT lebih mengetahui segala macam hal termasuk jangka waktu tujuh pemuda itu tidur di dalam gua. Sementara bagian dimana mereka disuruh pergi ke kota dan memilih makanan yang baik ditafsirkan sebagai keluarga mana yang paling baik makanannya dan paling halal mata pencahariannya.

Demikian kisah Ashabul Kahfi yang semoga dapat menginspirasi Anda hingga dapat mencintai Sang Pencipta yang Maha Segalanya.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Danai Partai Ummat, Amien Rais: Cukong Segala Cukong Yaitu Allah SWT

Siapa Danai Partai Ummat, Amien Rais: Cukong Segala Cukong Yaitu Allah SWT

News | Sabtu, 28 November 2020 | 13:41 WIB

Pangdam 'Keseleo' Baca Alquran, Haikal Hassan: Haram Hina Pak Dudung!

Pangdam 'Keseleo' Baca Alquran, Haikal Hassan: Haram Hina Pak Dudung!

News | Kamis, 26 November 2020 | 13:17 WIB

Kumpulan Bacaan Latin Surat Pendek yang Mudah Dihafal

Kumpulan Bacaan Latin Surat Pendek yang Mudah Dihafal

News | Rabu, 18 November 2020 | 18:58 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB