Menteri PDIP dan Gerindra Ditangkap KPK, Rivalitas Menuju 2024 Dimulai?

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Senin, 07 Desember 2020 | 09:52 WIB
Menteri PDIP dan Gerindra Ditangkap KPK, Rivalitas Menuju 2024 Dimulai?
Ilustrasi barang bukti kasus suap oleh KPK. [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Dua menteri di Kabinet Indonedia Maju dalam waktu berdekatan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap. Keduanya ialah Edhy Prabowo dan Juliari Batubara yang mana masing-masing berasal dari Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.

Melihat penangkapan Edhy dan Juliari yang secara beruntun dan dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin kemudian ada pihak-pihak yang mengkaitkannya dengan unsur politik. Apalagi mengingat latar belakang keduanya yang berasal dari partai besar.

Pertanyaan kemudian muncul, apakah ada kaitan ditangkapnya Edhy dan Juliari dengan rivalitas politik menuju 2024 atau tidak. Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno memberikan pandangan.

Menurut Adi, masih jauh apabila ditangkapnya dua menteri yang membawahi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Sosial itu dikaitkan dengan unsur politik menuju Pilpres 2024. Sebab, baik Gerindra dan PDIP sendiri saat ini berada di satu gerbong koalisi, tidak seperti dua Pilpres sebelumnya pada 2014 dan 2019.

"Terlalu jauh mengaitkan kasus dua menteri ini dengan rivalitas 2024. Justru PDIP dan Gerindra lagi mesra sekarang bisa berpasangan di Pilpres 2024," kata Adi saat dihubungi Suara.com, Senin (7/12/2020).

Sebaliknya, Adi melihat dua kasus yang menjerat Edhy dan Juliari hingga mereka ditetapkan tersangka merupakan murni akibat tindakan pidana korupsi. Hal itu, kata Adi dapat dilihat dari kronologis penangkapan hingga dipamerkannya barang bukti terkait di masing-masing kasus.

"Kalau melihat krolonologisnya kasus ini murni perkara korupsi karena barang bukti jelas dan langsung dipamerkan KPK ke media. Bukan seperti yang dulu, ditangkap dulu baru bukti belakangan. Kalau kasus Edhy dan Juliari, pengumuman tersangka dibarengi dengan bukti yang sudah dikoleksi lengkap," papar Adi.

Sebelumnya, KPK mewanti-wanti kepada para pejabat negara di pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Maruf Amin untuk tidak terlibat kasus korupsi. Pesan itu disampaikan karena KPK sudah menetapkan dua tersangka di kalangan menteri.

Setelah Menteri KKP, Edhy Prabowo, giliran Menteri Sosial Juliari P Batubara menjadi tersangka di KPK.

baca juga

Lembaga anti-rasuah itu menegaskan akan menindak siapapun yang terlibat kasus tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.

Terkait hal itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron meminta agar jangan ada lagi menteri yang ditangkap KPK karena kedapatan melakukan korupsi.

"Kami berharap ini adalah yang terakhir, jangan ada lagi yang masih melakukan korupsi karena KPK akan menegakkan hukum secara tegas," kata Ghufron kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Ghufron lantas menyampaikan bahwa KPK akan terus berkomitmen untuk memberantas korupsi.

Dia juga mengklaim jika pihaknya tak akan pandang bulu.

"KPK berkomitmen untuk amanah terhadap tugas tersebut untuk memberantas korupsi, di hadapan hukum setiap warga adalah sama baik itu bupati, wali kota, atau pun menteri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imam Darto Dihujat soal Korupsi Mensos Juliari: Hati-hati Ngomong G*blok!

Imam Darto Dihujat soal Korupsi Mensos Juliari: Hati-hati Ngomong G*blok!

Banten | Senin, 07 Desember 2020 | 09:50 WIB

Mirip Bajaj Bajuri, Politi PDIP Ini Disindir Tak Bisa Nasihati Juliari

Mirip Bajaj Bajuri, Politi PDIP Ini Disindir Tak Bisa Nasihati Juliari

Jawa Tengah | Senin, 07 Desember 2020 | 09:43 WIB

Viral, Imam Darto Dihujat Netizen Usai Blunder Soal Korupsi Mensos Juliari

Viral, Imam Darto Dihujat Netizen Usai Blunder Soal Korupsi Mensos Juliari

Entertainment | Senin, 07 Desember 2020 | 09:22 WIB

Video Bajaj Bajuri Viral, Oneng Disindir Tak Bisa Nasihati Mensos Juliari

Video Bajaj Bajuri Viral, Oneng Disindir Tak Bisa Nasihati Mensos Juliari

Banten | Senin, 07 Desember 2020 | 09:19 WIB

Kapan Mensos Juliari Batubara Dihukum Mati karena Korupsi Bansos COVID-19?

Kapan Mensos Juliari Batubara Dihukum Mati karena Korupsi Bansos COVID-19?

Batam | Senin, 07 Desember 2020 | 08:55 WIB

Bunga Zainal Teriak Mensos Juliari Maling Bansos COVID: Makan Perut Rakyat!

Bunga Zainal Teriak Mensos Juliari Maling Bansos COVID: Makan Perut Rakyat!

Kalbar | Senin, 07 Desember 2020 | 08:38 WIB

Teriaki Mensos Juliari Batubara Maling, Bunga Zainal: Bikin Malu!

Teriaki Mensos Juliari Batubara Maling, Bunga Zainal: Bikin Malu!

Entertainment | Senin, 07 Desember 2020 | 08:19 WIB

Terkini

Apakah Ada Sepatu Ortuseight Harga Rp300 Ribuan? Ini Kisarannya untuk Produk Ori

Apakah Ada Sepatu Ortuseight Harga Rp300 Ribuan? Ini Kisarannya untuk Produk Ori

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:21 WIB

Apakah Harus Keramas Dulu sebelum Cat Rambut? Ketahui agar Kulit Kepala Tidak Iritasi

Apakah Harus Keramas Dulu sebelum Cat Rambut? Ketahui agar Kulit Kepala Tidak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:20 WIB

4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul

4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:20 WIB

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:19 WIB

5 Tempat First Date di Jogja untuk Menghindari Kencan Canggung Pasangan Muda

5 Tempat First Date di Jogja untuk Menghindari Kencan Canggung Pasangan Muda

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:18 WIB

Menko Pangan Bicara Sampah: Membakar Food Waste Bikin Rugi Dua Kali?

Menko Pangan Bicara Sampah: Membakar Food Waste Bikin Rugi Dua Kali?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:15 WIB

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:12 WIB

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 14:08 WIB

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:05 WIB

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

×