Dituduh Tayangkan Pemerkosaan, Pornhub Terancam Kehilangan Dua Koleganya

Selasa, 08 Desember 2020 | 08:44 WIB
Dituduh Tayangkan Pemerkosaan, Pornhub Terancam Kehilangan Dua Koleganya
Ilustrasii website dewasa, Pornhub. [Shutterstock]

Suara.com - Pornhub sedang ditinjau hubungan bisnisnya oleh dua perusahaan kartu kredit terkait adanya klaim bahwa situs tersebut menayangkan video pemerkosaan dan seks di bawah umur.

Menyadur Sky News, Selasa (7/12/2020) Mastercard dan Vis melayangkan penyelidikan setelah adanya tuduhan dari kolumnis New York Times Nicholas Kristof.

Kristof menulis pada hari Jumat bahwa situs porno tersebut berisi adegan pemerkosaan, balas dendam dan video eksplisit lainnya yang diambil tanpa persetujuan pemeran. "Masalahnya bukan pornografi tetapi pemerkosaan," buka Kristof.

"Mari kita sepakat bahwa mempromosikan serangan terhadap anak-anak atau siapa pun tanpa persetujuan adalah tidak masuk akal." sambungnya.

Pornhub mengatakan bahwa tuduhan yang menyebutkan adanya pelecehan seksual terhadap anak-anak adalah tidak bertanggung jawab dan sangat tidak benar.

Dikatakan moderator dipekerjakan untuk menilai materi dan bahwa segala sesuatu yang ilegal akan dihapus, menambahkan:

"Pornhub secara tegas berkomitmen untuk memerangi CSAM (materi pelecehan seksual anak), dan telah melembagakan kebijakan kepercayaan dan keamanan terkemuka di industri untuk mengidentifikasi dan memberantas materi ilegal dari Komunitas kita." jelas Pornhub.

Layanan pembayaran online PayPal berhenti memproses pembayaran ke situs porno tersebut tahun lalu dan Kristof meminta pihak lain untuk melakukan hal yang sama.

"Kami mengetahui tuduhan tersebut, dan kami secara aktif terlibat dengan lembaga keuangan terkait untuk menyelidiki, selain terlibat langsung dengan perusahaan induk situs tersebut, MindGeek." jelas Visa.

Baca Juga: Kisah Penyintas Kekerasan Seksual di AS Pilih Atasi Trauma Lewat Perhiasan

Raksasa pembayaran tersebut mengatakan bahwa jika Pornhub melanggar hukum atau kebijakan bank, akan dilarang menerima pembayaran melalui Visa.

Mastercard mengatakan akan mengambil "tindakan segera" jika klaim tersebut terbukti.

"Kami sedang menyelidiki tuduhan yang diajukan di New York Times dan bekerja sama dengan bank MindGeek untuk memahami situasi ini," kata Mastercard.

"Saat kami mengidentifikasi aktivitas ilegal, kebijakan kami adalah meminta pihak pengakuisisi untuk mengakhiri hubungan, kecuali telah diberlakukan rencana kepatuhan yang efektif." sambungnya.

American Express mengatakan kebijakan perusahaan melarang penggunaan kartu Amex digunakan di situs web konten dewasa digital.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan polisi untuk mengatasi masalah yang diangkat oleh Kristof.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI