Singgung 'Kakak Pembina', Munarman FPI: Mereka Hidup dari Fitnah ke FPI

Rifan Aditya , Hernawan

Rabu, 09 Desember 2020 | 08:11 WIB
Singgung 'Kakak Pembina', Munarman FPI: Mereka Hidup dari Fitnah ke FPI
Munarman FPI Berbincang-bincang Dengan Refly Harun (YouTube/ReflyHarun).

Suara.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut ada kelompok yang sehari-hari hidup dari memfitnah FPI. Hal itu disampaikannya melalui video di kanal YouTube Refly Harun yang diunggah pada Selasa (8/12/2020).

Kelompok tersebut kata Munarman sengaja melabel buruk FPI agar mendapat dana dari sosok besar yang dia sebut sebagai 'kakak pembina'.

Pernyataan itu dilontarkan saat berbincang-bincang bersama dengan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Dalam kesempatan tersebut, Refly Harun bertanya soal stigma buruk yang melekat pada FPI seperti preman, tukang palak, dan sebagainya.

Munarman menjawab dengan mengatakan itu semua menjadi agenda musuh FPI yang sengaja membuat provokasi. Ditambah lagi, media sosial FPI tidak aktif sehingga ujaran tersebut menurutnya bisa semakin meluas tanpa ada konfirmasi.

Munarman FPI Berbincang-bincang Dengan Refly Harun (YouTube/ReflyHarun).
Munarman FPI Berbincang-bincang Dengan Refly Harun (YouTube/ReflyHarun).

"Pertama memang kita baru membangun komunikasi media secara terbuka 2017 ke atas. Jadi sejak FPI berdiri 1998 sampai 2017, linimasa medsos maupun media mainstream dibanjiri musuh FPI. Misal orang yang anti kelompok Islam. Banyak dulu yang bagikan foto FPI lagi sweeping, bentrok, dan lain-lain," ungkap Munarman dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Refly Harun.

"Memang ada kelompok yang kerjanya tiap hari hidup dari memfitnah FPI, membuat labeling buruk ke FPI. Itu mereka mendapat rating, mendapat dana, mendapat semacam mengajukan proposal untuk stigma, diajukan ke funding agensi. Kegiatan itu ada, ada kakak pembinanya," sambung dia menerangkan.

Kemudian, Munarman menyinggung aksi tolak Habib Rizieq yang belakangan ramai digencarkan. Munarman menduga aksi demonstrasi tersebut didanai oleh kelompok tertentu dengan membawa embel-embel tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga bisa semakin masif.

"Belakangan ini yang marak demo, itu pun ada pendananya, ada motornya. Disebutnya itu operasi cipta kondisi, Toga (Tokoh Agama) dan Tomas (Tokoh Masyarakat)," tukas Munarman.

baca juga

Menurut Munarman, hal itu yang lantas menyebabkan munculnya stigma buruk FPI di masyarakat dari mulai preman sampai tukang palak.

Lebih lanjut, Munarman menuding sejumlah media dan Kedutaan Besar Amerika Serikat memiliki agenda untuk melemahkan organisasi Habib Rizieq tersebut.

"Itu yang menyebabkan FPI dianggap preman, tukang palak, padahal yang menyebarkan itu wartawan. Ada beberapa wartawan yang juga aktivis kelompok lain, yang kerjanya memiliki agenda setting," tegas Munarman keras.

Munarman mengklaim ada beberapa media mainstream yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam upaya meliberalisasi Islam di Indonesia.

Selain itu, Munarman pun menuding mereka juga memiliki peran untuk harus mengecilkan peranan FPI dan melebarkan stigma soal kelompok kriminal.

Munarman mengatakan, dia memiliki data-data akan hal itu, berikut media mana saja yang terlibat di dalamnya.

"Saya punya dokumen laporan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang melaporkan ke pusat, (Data Tahun) 2003-2008. Setiap tahun saya download, bahwa Kedutaan Amerika di biro komunikasinya, dan biro komunikasi ini ada dana yang tidak dilaporkan ke APBN Amerika di bawah informasi publik service," cetus Munarman.

"Mereka bekerja sama dengan media-media mainstream untuk membuat acara, meliberalisasi Islam di Indonesia. Kongkrit kok, saya punya data-datanya. By design bukan cuma nasional tapi juga global. FPI perannya harus dikecilkan dan harus dijadikan kelompok kriminal," tandas Munarman keras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Jasad Laskar FPI Ditembak Mati Dimakamkan Terpisah, Lainnya di Bogor

Satu Jasad Laskar FPI Ditembak Mati Dimakamkan Terpisah, Lainnya di Bogor

Jakarta | Rabu, 09 Desember 2020 | 07:38 WIB

Soal Tragedi Penembakan FPI, Ma'ruf Amin Disentil Tengku Zul Bertubi-tubi

Soal Tragedi Penembakan FPI, Ma'ruf Amin Disentil Tengku Zul Bertubi-tubi

News | Rabu, 09 Desember 2020 | 07:05 WIB

Fadli Zon Serukan Salat Gaib untuk Enam Anggota FPI yang Ditembak Mati

Fadli Zon Serukan Salat Gaib untuk Enam Anggota FPI yang Ditembak Mati

News | Rabu, 09 Desember 2020 | 07:42 WIB

Terkini

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 15:09 WIB

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:08 WIB

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:03 WIB

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:01 WIB

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:55 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

×