Sejarah Menarik Jalan Raya Pantura yang Tak Banyak Diketahui

Arief Apriadi

Kamis, 10 Desember 2020 | 16:11 WIB
Sejarah Menarik Jalan Raya Pantura yang Tak Banyak Diketahui
Foto udara kendaraan arus balik di Jalur Pantura, Kendal, Jawa Tengah, Senin (10/6).[ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra]

Perubahan fisik dan fungsi Jalan Raya Pos amat signifikan, dua abad setelah jalan itu dibuat. Revitalisasi Pantura terjadi setelah krisis ekonomi dunia tahun 1930, sebagaimana merujuk disertasi Endah Sri Hartatik.

Kendati bertransformasi secara fisik dan fungsi, satu hal yang tetap sama dari Jalan Pantura dan Jalan Raya Pos adalah keduanya tetap menjadi primadona, yakni oleh penjajah semasa dulu dan oleh penduduk Jawa saat ini.

Pada 1930-an, migrasi penduduk di Pulau Jawa tak terelakkan. Dalam kurun 50 tahun, perkembangan Pantura pesat pada 1980.

Saat itu orientasi ekonomi Pulau Jawa berubah dari tanaman perkebunan menjadi tanaman pangan dan industrialisasi di pesisir pantai utara Jawa.

Geliat aktivitas dan perekonomian di Jalur Pantura terus berjalan hingga medio 2000-an kendati sejak dulu memiliki saingan berat di medio 1800-an, yakni kereta api.

Sejak 1860-an, jalur kereta api mulai dibangun di wilayah Jawa Tengah (Endah Sri Hartatik dalam Dua Abad Jalan Pantura, 2014).

Meski terkesan jadi jalur yang begitu penting bagi masyarakat Jawa, tak satu pun yang mengetahui sejak kapan asal usul kata “Pantura” muncul sebagai nama popular Jalan Nasional Rute 1 tersebut.

Namun demikian, Endah mencatat istilah “Pantura” dalam wacana di media massa muncul pada penghujung 1980.

'Pantura' kerap ditampilkan dalam pemberitaan koran Kedaulatan Rakyat, Kompas, dan Suara Pembaruan yang menyebut Pantura merujuk pada kawasan Pantai Utara Jawa dengan segala aktivitas perekonomian di pesisirnya.

baca juga

Terlepas dari kapan asal usul itu muncul, Jalur Pantura kini menghadapi tantangan yang sulit untuk tetap menjadi primadona masyarakat Jawa. Namun di sisi lain, ini adalah juga dampak dari perkembangan zaman yang memang terus bergerak maju.

Khususnya sejak tol Cikopo-Palimanan (Cipali) beroperasi pada Juni 2015 silam, Jalur Pantura mulai sepi. Volume kendaraan berkurang lantaran banyak yang beralih menggunakan tol Cipali yang berbayar untuk lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

(Sumber tulisan disadur dari buku "Jalan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke" yang disusun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Isi Perjanjian Renville dan Dampaknya bagi Indonesia

Isi Perjanjian Renville dan Dampaknya bagi Indonesia

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:30 WIB

Sejarah Supersemar: Tujuan dan Isinya

Sejarah Supersemar: Tujuan dan Isinya

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:00 WIB

Sejarah Bendera Merah Putih di Masa Kerajaan Nusantara hingga Kemerdekaan

Sejarah Bendera Merah Putih di Masa Kerajaan Nusantara hingga Kemerdekaan

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 07:34 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×