facebook

Mendagri Ungkap Beberapa Daerah Tunda Pilkada, Faktor Apa?

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Mendagri Ungkap Beberapa Daerah Tunda Pilkada, Faktor Apa?
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto dok. Kemendagri)

Salah satu daerah yang menunda Pilkada ialah Boven Digoel di Papua karena alasan keamanan.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 berjalan dengan lancar. Hanya saja ada beberapa daerah yang terpaksa menunda pelaksanaan Pilkada karena beragam alasan.

Salah satu daerah yang menunda Pilkada ialah Boven Digoel di Papua karena alasan keamanan. Kemudian untuk daerah lainnya juga ditunda karena masalah logistik hingga cuaca.

"Masalah keterlambatan logistik, karena keterpencilan daerah. Karena adanya gangguan klimatologi seperti misalnya banjir atau hujan lebat, sehingga ditunda ke hari berikutnya, dilaksanakan sisanya," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020).

Meski begitu, Tito menyimpulkan mayoritas Pilkada di 207 daerah sebagian besar sudah terlaksana. Kemudian, mantan Kapolri tersebut juga menerima laporan terkait keamanan selama Pilkada Serentak berlangsung.

Baca Juga: Mendagri Ingatkan Tidak Ada Konvoi dan Arak-Arakan Pasca Pilkada Serentak

Menurut laporan yang diterimanya, belum ada gangguan keamanan konvensional hingga kekerasan yang signifikan.

Selain itu, kata Tito, pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 selama pilkada relatif cukup baik. Ia pun berharap agar Pilkada Serentak 2020 tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

"Tingkat kepatuhan publik pada pelaksanaan pilkada, protokol kesehatan Covid-19 bervariasi antara 89 sampai dengan 96 persen, artinya cukup baik. Mudah-mudahn kita berharap tidak menjadi klaster penularan dalam pilkada ini," tuturnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar