Eropa Tutup Penerbangan dari Inggris Akibat Strain Corona Lebih Menular

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 21 Desember 2020 | 16:41 WIB
Eropa Tutup Penerbangan dari Inggris Akibat Strain Corona Lebih Menular
DW

Suara.com - Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Inggris mendeteksi strain baru virus corona yang 70% lebih cepat menular. Akibatnya, Inggris terapkan pembatasan ketat dan sejumlah negara Eropa tutup penerbangan dari Inggris.

Varian baru virus corona dilaporkan tengah melanda wilayah Inggris selatan. Akibatnya, kebijakan pembatasan diperketat dan sejumlah negara Eropa menerapkan larangan penerbangan dari Inggris.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan varian baru virus corona 70% lebih cepat menular daripada jenis yang sudah ada. Hal ini tampaknya berakibat terhadap meningkatnya angka kasus baru di London dan Inggris selatan.

Namun, "tidak ada bukti yang menunjukkan (varian) itu lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah," atau bahwa vaksin akan kurang efektif melawannya, kata Johnson.

Inggris memberi tahu Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa varian baru virus corona - yang diidentifikasi minggu lalu - kemungkinan menjadi penyebab lonjakan infeksi di Inggris.

Terhitung sekitar 60% dari kasus di London. Lebih dari 1.100 kasus Covid-19 dengan varian baru telah diidentifikasi pada hari Minggu (20/12), menurut pernyataan dari Public Health England. Varian serupa juga terdeteksi di Afrika Selatan minggu lalu.

Penerapan pembatasan ketat

Merespons lonjakan kasus baru COVID-19 tersebut, Johnson pun mengimbau masyarakat di London dan wilayah Inggris tenggara untuk tetap berada di rumah hingga setidaknya 30 Desember, sebagai upaya memperlambat penyebaran virus.

"Kita mempelajarinya selama ini, tetapi kita sudah cukup tahu, lebih dari cukup, untuk memastikan bahwa kita harus bertindak sekarang," kata Johnson dalam konferensi pers pada hari Sabtu (19/12).

baca juga

"Ketika virus mengubah metode serangannya, kita harus mengubah metode pertahanan kita."

"Mengingat seberapa cepat varian baru ini menyebar, akan sangat sulit untuk mengendalikannya sampai kita meluncurkan vaksin," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock kepada Sky News.

Varian baru lebih menular Mutasi virus bukanlah hal yang aneh, dan para ilmuwan telah menemukan ribuan mutasi berbeda di antara sampel virus corona.

Namun, sebagian besar mutasi ini tidak berpengaruh pada seberapa mudah virus menyebar atau seberapa parah gejalanya.

Bulan lalu, jutaan cerpelai ditemukan membawa strain baru COVID-19. Pada Oktober, para peneliti juga menemukan bukti adanya strain baru virus corona berasal dari Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa.

Namun, tidak satu pun dari strain yang ditemukan meningkatkan penyebaran penyakit. Ketika strain baru Inggris pertama kali muncul minggu lalu, muncul perdebatan di antara pejabat kesehatan bahwa apakah penyebaran virus yang cepat disebabkan oleh tingkat disiplin yang rendah atau penularan dari strain itu sendiri.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, para ilmuwan menemukan bahwa strain baru jauh lebih mudah menular. Namun, varian tersebut tidak menyebabkan peningkatan kasus penyakit parah, dan tidak menyebabkan efek samping yang lebih serius.

Para peneliti masih mengevaluasi bagaimana respons strain virus tersebut menerima vaksin yang saat ini sedang diluncurkan.

Tidak ada kesimpulan resmi yang dibuat, meskipun otoritas kesehatan mengatakan bahwa kecil kemungkinan mutasi akan menghambat efektivitas vaksin.

Richard Neher dari Biozentrum Universitas Basel di Swiss dan Andreas Bergthaler dari Akademi Ilmu Pengetahuan Austria (CeMM) di Wina, mengatakan vaksin menghasilkan tanggapan kekebalan terhadap beberapa karakteristik virus pada waktu yang sama.

Oleh karena itu, meskipun salah satu dari karakteristik tersebut berubah, sistem kekebalan akan tetap dapat mengenali patogen dan melindungi penerima vaksin.

"Saya tidak melihat alasan untuk khawatir saat ini," ujar Neher. Tetapi ia menambahkan bahwa perlu dilakukan pemantauan lebih lanjut.

Beberapa negara melarang penerbangan dari Inggris

Akibat ditemukannya varian baru virus corona ini, Menteri Kesehatan Jerman Jehs Spahn mengumumkan larangan penerbangan dari Inggris mulai Senin (21/12) dini hari.

"Besok kami berencana membatasi semua perjalanan ke GB (Inggris Raya) & Afrika Selatan sesuai arahan pemerintah sehubungan dengan laporan mutasi virus," cuit Spahn, Minggu (20/12).

Sebelumnya, Belanda juga melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris hingga setidaknya 1 Januari.

Larangan yang mulai berlaku pukul 6 pagi pada hari Minggu (20/12), ditetapkan hanya beberapa jam setelah Inggris memberikan imbauan untuk tetap tinggal di rumah.

Oleh karena itu, Badan kesehatan masyarakat Belanda, RIVM "merekomendasikan bahwa setiap (risiko) pembawa virus ini dari Inggris Raya dibatasi sebanyak mungkin dengan membatasi  atau mengendalikan pergerakan penumpang."

"Selama beberapa hari ke depan, bersama dengan negara anggota Uni Eropa lainnya, (pemerintah) akan menjajaki ruang lingkup untuk lebih membatasi risiko strain baru virus yang dibawa dari Inggris," kata pernyataan itu.

Beberapa negara lain, termasuk Belgia, Prancis, Italia, dan Irlandia, kemudian mengikutinya. rap/pkp (dpa, AP, AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infeksi Covid-19 BA.4 dan BA.5 Pada Orang yang Belum Divaksinasi Berisiko Lahirkan Varian Baru Virus Corona

Infeksi Covid-19 BA.4 dan BA.5 Pada Orang yang Belum Divaksinasi Berisiko Lahirkan Varian Baru Virus Corona

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 08:24 WIB

Kasus Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi 8 Orang, Dokter Ungkap Gejala dan Status Vaksinasi Tiap Pasien

Kasus Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi 8 Orang, Dokter Ungkap Gejala dan Status Vaksinasi Tiap Pasien

Health | Minggu, 12 Juni 2022 | 15:22 WIB

Terkini

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:10 WIB