Selain Inggris, Negara-negara Ini Juga Deteksi Mutasi Baru Virus Corona

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 23 Desember 2020 | 01:00 WIB
Selain Inggris, Negara-negara Ini Juga Deteksi Mutasi Baru Virus Corona
DW

Keduanya kini dikarantina di hotel. Australia mengalami peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir, namun pihak berwenang tidak yakin bahwa peningkatan kasus infeksi itu berasal dari mutasi baru corona.

Selama akhir pekan, Afrika Selatan juga memberlakukan larangan penerbangan karena diyakini bahwa strain virus vorona baru dari Inggris juga ditemukan di sana.

Namun, pejabat kesehatan dan ilmuwan Afrika Selatan mengatakan varian baru yang dikenal sebagai 501.V2, berbeda dengan yang ada di Inggris.

Meskipun demikian, selayaknya pihak berwenang di Inggris, otoritas Afrika Selatan mengatakan bahwa mutasi virus corona juga menyebabkan peningkatan kasus COVID-19.

Ilmuwan Afrika Selatan mengatakan mereka sedang mempelajari apakah vaksin COVID-19 mampu memberi perlindungan terhadap strain baru COVID-19 di negara itu.

Ahli mengatakan tidak perlu panik Para ahli mengataakan bahwa varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dapat menyebar lebih cepat, tetapi bukan berarti lebih mematikan.

Vaksin yang dikembangkan akan tetap berfungsi, meskipun mungkin perlu penyesuaian lebih lanjut. Mutasi virus adalah hal yang biasa terjadi dan bukan hal aneh.

Di Cina misalnya, yang merupakan tempat pertama kali virus SARS-CoV-2 ditemukan, varian baru patogen itu sudah beredar enam bulan lalu.

Di musim panas, varian lain menyebar denga cepat dari Spanyol ke sebagian wilayah Eropa. Virus bermutasi sepanjang waktu, dan dalam banyak kasus mutasi ini tidak memiliki atau hanya berdampak minim.

baca juga

Biasanya tubuh mampu melindungi dirinya sendiri dari virus dengan menghasilkan antibodi yang mampu melawan serangan virus dan memicu kekebalan terhadap patogen.

Namun, jika patogen telah bermutasi dan antibodi yang dihasilkan sebelumnya adalah untuk melawan patogen awal, maka antibodi ini jauh kurang efektif.

Itu sebabnya manusia bisa beberapa kali terkena flu. Tubuh manusia telah membentuk antibodi untuk melawan flu sebelumnya, tetapi belum membentuk antibodi baru untuk melawan patogen yang baru bermutasi.

Tetapi tidak ada alasan untuk panik kaena virus tidak selalu menjadi lebih berbahaya melalui mutasi. Faktanya, beberapa mutasi juga dapat melemahkan virus secara signifikan. pkp/rap (Reuters, AP, dpa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×