Ada Varian Baru Covid-19, Jansen: Semoga RI Tak Anggap Enteng Seperti Awal

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 25 Desember 2020 | 14:20 WIB
Ada Varian Baru Covid-19, Jansen: Semoga RI Tak Anggap Enteng Seperti Awal
Ilustrasi pasien Covid-19 meninggal. [Angela Weiss/AFP]

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon berharap pemerintah RI tidak menganggap enteng adanya varian baru Covid-19 seperti awal virus corona masuk ke Indonesia.

Seperti diketahui, pada awal Covid-19 merebak pemerintah Indonesia dianggap menyepelekan virus tersebut.

Meski sejumlah negara telah melakukan penutupan terhadap warga negara asing, Indonesia justru masih membuka pintu lebar.

Melalui akun Twitter @jansen_jsp, Jansen berharap sikap pemerintah tersebut tak terulang saat menghadapi varian baru Covid-19.

"Ini yang kemarin disampaikan pak SBY. Semoga ini tidak lagi dianggap enteng seperti awal-awal masuk corona dulu," kata Jansen seperti dikutip Suara.com, Jumat (25/12/2020).

Wasekjen Partai Demokrat itu mempertanyakan kesiapan Indonesia menghadapi virus corona varian baru.

Ia mempertanyakan keampuhan vaksin Covid-19 yang telah dibeli oleh pemerintah RI dalam menangkal varian baru Covid-10.

"Vaksin yang sudah dibeli dan ditemukan itu bisa tidak menghadapi varian baru ini? Atau harus jenis baru lagi? Semoga yang ahli di bidangnya bisa menjawab," ungkap Jansen.

Jansen PD minta pemerintah tak anggap enteng varian baru Covid-19 (Twitter/jansen_jsp)
Jansen PD minta pemerintah tak anggap enteng varian baru Covid-19 (Twitter/jansen_jsp)

Dalam cuitan terpisah, Jansen juga meminta akun Twitter resmi Kementerian Kesehatan @KemenkesRI bisa aktif menjawab pertanyaan publik.

baca juga

Sehingga publik dapat teredukasi dengan baik dan mendapatkan pemahaman yang utuh di tengah pandemi Covid-19.

"Jangan isinya tweet yang formal terus. Jika ada informasi yang tak tepat soal Covid-19 ini luruskan. Itu gunanya punya akun di medsos ada komunikasi dua arah," tuturnya.

Varian Baru Covid-19

Virus corona varian ditemukan di negara Inggris. Sejumlah negara telah melakukan penutupan akses ke negara tersebut.

Varian baru virus SARS Cov-2 membuat infeksi Covid-19 menyebar lebih cepat dan memicu keprihatinan di antara negara-negara dunia terutama Eropa.

Beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Belanda bahkan telah memutus hubungan jalur transportasi dengan Inggris sejak pekan lalu.

Sementara itu, Pemerintah Inggris menyatakan telah melakukan pembatasan wilayah ketat di sebagian besar wilayah Inggris. Varian baru virus corona itu disebut telah menyebabkan jumlah kasus Covid-19 meningkat pesat.

Kementerian Kesehatan Inggris melaporkan hampir 40.000 infeksi baru karena varian baru virus corona yang dapat menular hingga 70 persen lebih tinggi daripada aslinya.

Kondisi itu menyebabkan jumlah kasus dan penerimaan rumah sakit melonjak. Jumlah kematian yang tercatat hingga 744 jiwa dalam satu hari, terbanyak sejak April.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Covid-19 Mengganas di Inggris, PM Boris : Hadapi Masa Sulit

Varian Baru Covid-19 Mengganas di Inggris, PM Boris : Hadapi Masa Sulit

Sulsel | Jum'at, 25 Desember 2020 | 13:32 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Lampung Capai 70 Persen

Pasien Sembuh Covid-19 di Lampung Capai 70 Persen

Lampung | Jum'at, 25 Desember 2020 | 13:19 WIB

Fadli Zon: Jangan Tergantung Vaksin Sinovac yang Tak Jelas Keampuhannya

Fadli Zon: Jangan Tergantung Vaksin Sinovac yang Tak Jelas Keampuhannya

News | Jum'at, 25 Desember 2020 | 13:33 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×