Tsunami Pernah Hantam Israel hingga Tak Berpenghuni sampai 4 Ribu Tahun

Reza Gunadha, BBC

Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:24 WIB
Tsunami Pernah Hantam Israel hingga Tak Berpenghuni sampai 4 Ribu Tahun
Ilustrasi tsunami (Shutterstock)

Suara.com - Mega-tsunami ternyata pernah mengantam kawasan yang kekinian dikenal sebagai pantai utara Israel, sekitar 10.000 tahun silam.

Hal tersebut dibahas dalam artikel jurnal ilmiah PLOS ONE. Tsunami itu berketinggian 40 meter, dengan gelombang laut menghantam dan masuk ke daratan hingga beberapa kilometer jauhnya.

Disimpulkan, fenomena di era prasejarah ini memusnahkan desa-desa di sepanjang pantai.

Kesimpulan itu pula yang disebut bisa memberikan penjelasan mengapa arkeolog tidak menemukan bukti atau jejak permukiman atau tempat tinggal manusia selama beberapa ribu tahun pada awal era Neolitikum.

Kesimpulan terjangan mega-tsunami di Israel ribuan tahun yang lalu diambil oleh para ahli geologi dan arkeologi dari University of California, San Diego, Amerika Serikat, dan University of Haifa, Israel, dengan menganalisis bukti bencana alam era prasejarah di Tel Dor, permukiman kuno tepi laut, di selatan Haifa.

Surat kabar Israel, Haaretz, memberitakan para ahli ini sebenarnya tidak mencari bukti-bukti langsung tsunami.

Yang mereka lakukan adalah menganalisis sejarah geologi di kawasan Tel Dor untuk memahami perubahan lingkungan dan bagaimana perubahan ini berpengaruh terhadap kehidupan, kata Dr Gilad Shtienberg, yang memimpin tim ahli dari University of California San Diego.

Tim ahli melakukan pengeboran di kawasan pantai Dor dengan tujuan mendapatkan sedimen yang usianya ribuan tahun.

Kota Dor sendiri diyakini didirikan 2.000 tahun sebelum Masehi.

baca juga

Tim peneliti mendapatkan sedimen yang berasal dari 15.000 hingga 7.800 tahun lalu, terkubur di kedalaman hingga sembilan meter.

Gelombang 'setinggi gedung 12 lantai'

Analisis sedimen menunjukkan hal yang sangat tidak biasa.

Di antara dua lapisan tanah khas kawasan berair tawar terdapat lapisan dengan material yang lebih ringan --dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter-- berupa pasir dan sisa-sisa kerang-kerangan.

"Ini sangat aneh karena material ini tak semestinya berada di sana ... ini pasti ada sesuatu," ujar Dr Shtienberg kepada Haaretz.

Sampel pengeboran di titik lain di kawasan pantai Dor menunjukkan hal yang sama, dengan usia lapisan antara 9.900 hingga 9.300 tahun.

Satu-satunya penjelasan yang bisa dikemukakan adalah pasir dan kerang-kerangan ini masuk jauh ke daratan karena terbawa oleh gelombang besar dari laut.

Tidak sekadar gelombang biasa atau gelombang yang didorong oleh badai, tapi gelombang dahsyat dari mega-tsunami, kata Thomas E. Levy, guru besar di pusat arkeologi laut, University of California San Diego.

Para ahli mengukur bahwa pasir dan material laut lain ini terbawa oleh gelombang dengan ketinggian hingga 40 meter, atau setara dengan ketinggian gedung 12 lantai.

Dengan ketinggian seperti ini, gelombang tsunami bisa membawa pasir dan material lain hingga 3,5 kilometer masuk ke daratan.

Hasil penghitungan ini hampir sama dengan ketinggian tsunami di Samudra Hindia pada 26 Desember 2004, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang, sebagian besar di Aceh, Indonesia.

Tidak diketahui secara persis dampak dari mega-tsunami yang menghantam Israel 10.000 tahun yang lalu tersebut.

Yang jelas, kata para ahli, dampaknya sangat besar.

Mega-tsunami ini mungkin menjadi penyebab "tidak adanya bukti-bukti permukiman manusia" di kawasan pantai utara Israel selama 4.000 tahun.

Di kawasan yang lebih tinggi, terdapat bukti keberadaan kegiatan manusia secara nyaris tak terputus.

Namun di kawasan Dor dan sekitarnya, bukti keberadaan manusia hanya ditemukan menjelang berakhirnya era Paleolitikum, sebelum 12.500 tahun yang lalu, dan di era Neolitikum akhir, sekitar 8.500 tahun yang lalu.

Di antara dua periode tersebut tidak ditemukan bukti-bukti aktivitas manusia.

Levy mengatakan mungkin mega-tsunami menghancurkan permukiman manusia dan lokal ekosistem, sebegitu parahnya diperlukan waktu ratusan bahkan ribuan tahun bagi manusia untuk tinggal di kawasan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Museum Tsunami Aceh, Belajar Sekaligus Pengingat Peristiwa 16 Tahun Silam

Museum Tsunami Aceh, Belajar Sekaligus Pengingat Peristiwa 16 Tahun Silam

Batam | Sabtu, 26 Desember 2020 | 11:56 WIB

Syekh Ali Jaber akan Beri Tausyiah Pada Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh

Syekh Ali Jaber akan Beri Tausyiah Pada Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh

Sumbar | Jum'at, 25 Desember 2020 | 19:25 WIB

16 Tahun Tsunami Aceh, Syekh Ali Jaber Diundang Beri Tausyiah

16 Tahun Tsunami Aceh, Syekh Ali Jaber Diundang Beri Tausyiah

News | Jum'at, 25 Desember 2020 | 19:19 WIB

Pro Kontra Wacana Normalisasi Hubungan Indonesia dan Israel

Pro Kontra Wacana Normalisasi Hubungan Indonesia dan Israel

Video | Jum'at, 25 Desember 2020 | 14:41 WIB

Benarkah Tsunami Sering Terjadi di Desember? Ini Jawaban BMKG

Benarkah Tsunami Sering Terjadi di Desember? Ini Jawaban BMKG

Lampung | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:39 WIB

Tsunami Aceh 2004 dan Banten 2018 terjadi Pada Bulan Desember

Tsunami Aceh 2004 dan Banten 2018 terjadi Pada Bulan Desember

Sulsel | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:20 WIB

Tsunami Besar Sering Terjadi di Akhir Tahun dan Awal Tahun

Tsunami Besar Sering Terjadi di Akhir Tahun dan Awal Tahun

Bekaci | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:18 WIB

Tsunami di Indonesia Sering Terjadi di Desember-Febuari, Ini Penjelasannya

Tsunami di Indonesia Sering Terjadi di Desember-Febuari, Ini Penjelasannya

Jawa Tengah | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:13 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×