India Larang Perusahaan untuk Mengekspor Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 04 Januari 2021 | 16:50 WIB
India Larang Perusahaan untuk Mengekspor Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Serum Institute of India menyampaikan bahwa pihaknya dilarang untuk mengekspor vaksin Covid-19 buatannya hasil kolaborasi Oxford University-AstraZeneca.

Menyadur Channel News Asia, Senin (4/1/2021) vaksin tersebut diizinkan untuk penggunaan darurat oleh regulator India pada hari Minggu, tetapi dengan syarat bahwa Serum Institute tidak boleh mengekspor untuk memastikan bahwa populasi yang rentan di India terlindungi.

Adar Poonawalla, CEO Serum Institute of India, mengatakan dalam wawancara dengan The Associated Press mengatakan perusahaan juga dilarang menjual vaksin di pasar swasta.

"Kami hanya bisa memberikan (vaksin) kepada pemerintah India saat ini," kata Poonawalla, seraya menambahkan keputusan juga dibuat untuk mencegah adanya penimbunan.

Akibatnya, kata Poonawalla, ekspor vaksin COVAX, sebuah inisiasi dari WHO untuk menciptakan keadilan distribusi vaksin, juga akan terkendala hingga Maret atau April.

Poonawalla mengatakan bahwa Serum Institute saat ini sedang dalam proses penandatanganan kontrak yang lebih besar dengan COVAX untuk memproduksi 300-400 juta dosis vaksin.

Sebanyak 100 juta dosis pertama vaksin dijual kepada pemerintah India dengan "harga khusus" sebesar 200 rupee (Rp 38.000) per dosis, setelah itu harga akan lebih tinggi, kata Poonawalla.

Jika vaksin tersebut akan dijual di pasar swasta, akan dibanderol dengan harga 1.000 rupee (Rp 190.000) per dosis.

Poonawalla mengatakan vaksin akan dikirim ke negara bagian India, yang membutuhkan waktu waktu tujuh hingga 10 hari, setelah perusahaan menyelesaikan kesepakatan dengan pemerintah India.

"Kami tidak dapat memvaksinasi semua orang sekarang. Bisa kita prioritaskan," ujarnya.

Serum Institute juga sedang merundingkan perjanjian bilateral dengan negara-negara termasuk Bangladesh, Arab Saudi dan Maroko, kata Poonawalla.

"Sehingga paling tidak yang paling rentan di negara bagian kita atau di bagian lain negara lain diurus," katanya.

Poonawalla mengatakan bahwa meskipun semua rencana oleh produsen vaksin global yang berbeda berhasil, ia masih mengantisipasi kekurangan persediaan vaksin virus corona selama tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Hina Dewa Hindu, Seorang Komedian India Dicokok dan Dikeroyok Massa

Dituduh Hina Dewa Hindu, Seorang Komedian India Dicokok dan Dikeroyok Massa

News | Senin, 04 Januari 2021 | 09:30 WIB

Unik, Pelayan Restoran India Dapat Uang Tip 2.020 Dolar di Malam Tahun Baru

Unik, Pelayan Restoran India Dapat Uang Tip 2.020 Dolar di Malam Tahun Baru

News | Senin, 04 Januari 2021 | 09:31 WIB

Darah Tercecer di Kasur, Ternyata Suami Bohong Dibunuh demi Lari dari Istri

Darah Tercecer di Kasur, Ternyata Suami Bohong Dibunuh demi Lari dari Istri

News | Senin, 04 Januari 2021 | 09:31 WIB

Terkini

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB