504 Nakes Gugur Gegara Covid-19, Jubir: Sistem Kesehatan Terancam Kolaps

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Senin, 04 Januari 2021 | 16:59 WIB
504 Nakes Gugur Gegara Covid-19, Jubir: Sistem Kesehatan Terancam Kolaps
Petugas pemakaman pasien COVID-19 mengeluarkan peti jenazah dari dalam mobil ambulans untuk dimakamkan secara tumpang di blok muslim TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (27/12/2020). (ANTARA/HO-TPU Pondok Ranggon).

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, menyatakan bahwa sistem kesehatan bisa kolaps jika tenaga kesehatan terus berguguran akibat pandemi covid-19 yang belum terkendali.

Hal itu dikatakan dr Reisa saat menanggapi 504 tenaga kesehatan yang gugur selama 10 bulan pandemi covid-19 menginfeksi Indonesia.

"Ribuan teman sejawat kita telah terinfeksi, dan yang telah gugur lebih dari 500 kolega kita dalam kurun waktu 10 bulan kita menghadapi pandemi, sangat menyedihkan karena artinya kita telah kehilangan begitu banyak nakes dan ini sangat berbahaya, bisa fatal, sistem kesehatan terancam kolaps," kata dr Reisa dalam jumpa pers dari Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dari Maret hingga akhir Desember 2020 terdapat total 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid, yang terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga lab medik.

Sementara untuk mencari pengganti ratusan tenaga kesehatan yang gugur tersebut, lanjut dr Reisa, dibutuhkan waktu sekitar 4-7 tahun. Kondisi ini semakin memperberat beban nakes dan memperparah pandemi.

"Kita butuh 4-7 tahun untuk melahirkan seorang nakes baru, sementara 100 ribu pasien covid ini sedang menunggu uluran tangan kita ditambah pasien lain yang juga butuh atensi kita," ucapnya.

Oleh sebab itu dia meminta seluruh tenaga medis seharusnya mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah yang sudah menempatkan mereka pada prioritas pertama yang akan disuntik vaksin setelah Presiden Joko Widodo.

"Tidak perlu menunggu apalagi menunda dengan sengaja, ingat janji dan sumpah profesi kita untuk membaktikan hidup guna kepentingan perikemanusiaan," kata dia.

Menurutnya, prioritas ini adalah keistimewaan yang diberikan negara kepada tenaga medis, meski vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China belum merilis angka efikasinya dan belum selesai uji klinis tahap III di Bandung.

baca juga

"Sejawat dan kolega tenaga medis yang saya hormati, lihat betapa pedulinya negara terhadap kita, kita didudukan sebagai warga prioritas untuk mendapatkan akses vaksinasi," tutur dr Reisa.

Diketahui, sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama bersama Presiden Joko Widodo yang akan disuntik vaksin CoronaVac.

Pemerintah telah mengimpor 3 juta vaksin buatan perusahaan Sinovac Biotech, China tersebut dan sudah mulai didistribusikan ke beberapa dinas kesehatan di daerah-daerah.

Pemerintah juga telah menandatangani kesepakatan suplai vaksin COVID-19 dari Novavax - pengembang vaksin dari Amerika dan Kanada, dan AstraZeneca - pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, masing-masing 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Syekh Ali Jaber Dikabarkan Memburuk, Mulut Dipasang Ventilator

Kondisi Syekh Ali Jaber Dikabarkan Memburuk, Mulut Dipasang Ventilator

Bogor | Senin, 04 Januari 2021 | 16:53 WIB

Dokter Reisa Minta Nakes Manut Divaksin Sinovac: Ingat Sumpah Profesi Kita

Dokter Reisa Minta Nakes Manut Divaksin Sinovac: Ingat Sumpah Profesi Kita

News | Senin, 04 Januari 2021 | 16:50 WIB

India Larang Perusahaan untuk Mengekspor Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

India Larang Perusahaan untuk Mengekspor Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

News | Senin, 04 Januari 2021 | 16:50 WIB

Kuota Vaksin Covid-19 Sumbar 39.920, Gubernur: Hari Ini atau Besok Sampai

Kuota Vaksin Covid-19 Sumbar 39.920, Gubernur: Hari Ini atau Besok Sampai

Sumbar | Senin, 04 Januari 2021 | 16:24 WIB

Syekh Ali Jaber Masuk ICU karena Covid-19, Arie Untung: Mohon Bantuan Doa

Syekh Ali Jaber Masuk ICU karena Covid-19, Arie Untung: Mohon Bantuan Doa

News | Senin, 04 Januari 2021 | 16:49 WIB

Terkini

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×