Korea Utara Sebut AS Musuh Besar, Ancam Presiden Baru dengan Nuklir

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Minggu, 10 Januari 2021 | 10:44 WIB
Korea Utara Sebut AS Musuh Besar, Ancam Presiden Baru dengan Nuklir
Kim Jong Un. (AFP)

Suara.com - Hubungan harmonis antara Korea Utara dengan Amerika Seriakt saat dipimpin Donald Trump kini surut. Kim Jong Un kini mengumumkan bahwa AS adalah musuh terbesarnya.

Menyadur VOA News Sabtu (09/01) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga mengancam presiden terpilih Joe Biden dengan senjata pamungkasnya, nuklir.

Dalam pidatonya di pertemuan penting Partai Buruh, Kim Jong Un menekankan kata-kata "AS sebagai musuh terbesar negaranya".

KCNA juga melaporkan Kim Jong Un mengulangi pernyataan lama tentang pencabutan kebijakan bermusuhan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan negaranya.

Pemimpin Korea Utara ini menyerukan negaranya untuk terus mengembangkan senjata nuklir agar bisa meningkatkan kemampuan rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat, rudal hipersonik, dan senjata nuklir taktis.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/6).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/6).

Ankit Panda dari Program Kebijakan Nuklir di Carnegie Endowment for International Peace menyimpulkan komentar itu sebagai salah satu deklarasi penting terbaru dari Korea Utara yang berkaitan dengan modernisasi nuklir.

Hingga September 2017 Korea Utara telah melakukan enam uji coba nuklir. Uji coba lebih lanjut kemungkinan akan diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir taktis.

Senjata nuklir taktis lebih kecil, lebih mobile dan dimaksudkan untuk digunakan di medan perang, dibandingkan dengan senjata nuklir strategis yang lebih besar yang dirancang untuk menimbulkan pemusnahan massal.

Korea Utara sering melakukan uji coba senjata nuklir skala besar saat transisi kepresidenan AS untuk menunjukkan kemampuan militernya sehingga berpengaruh dalam negosiasi yang akan datang dengan Washington.

Pada bulan Oktober, Korea Utara menggunakan parade militer untuk mengungkap rudal balistik antarbenua baru yang sangat besar, yang tampaknya dirancang untuk membanjiri pertahanan rudal AS.

Beberapa orang menduga Pyongyang akan menguji rudal atau sistem senjata lainnya dalam beberapa bulan mendatang tapi minggu ini, jenderal tertinggi AS di Korea Selatan mengatakan tidak ada tanda-tanda Korea Utara sedang mempersiapkan "provokasi besar."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Markas Pesawat Nuklir China Dekat Natuna, Alasan Prabowo Jadi Menhan

Gegara Markas Pesawat Nuklir China Dekat Natuna, Alasan Prabowo Jadi Menhan

Hits | Sabtu, 09 Januari 2021 | 09:49 WIB

Kritik Demokrasi AS, Fadli Zon: Akhirnya Trump Patah Sendiri

Kritik Demokrasi AS, Fadli Zon: Akhirnya Trump Patah Sendiri

Hits | Jum'at, 08 Januari 2021 | 21:08 WIB

Azis Syamsuddin Prihatin Kericuhan di Gedung Kongres Amerika Serikat

Azis Syamsuddin Prihatin Kericuhan di Gedung Kongres Amerika Serikat

DPR | Jum'at, 08 Januari 2021 | 11:46 WIB

Terkini

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB