alexametrics

Tim DVI Polri Telah Terima 140 Sampel DNA Korban Sriwijaya Air

Erick Tanjung
Tim DVI Polri Telah Terima 140 Sampel DNA Korban Sriwijaya Air
​​​​​​​Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (tengah) saat konferensi pers di RS Polri Said Soekanto, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Untuk sampel DNA kami telah menerima 140 sampel, ini untuk 62 korban, kata Rusdi.

Suara.com - Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri telah menerima seluruh sampel DNA korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182, Jumat (15/1/2021).

"Untuk sampel DNA kami telah menerima 140 sampel, ini untuk 62 korban. Jadi untuk sampel DNA telah kita terima untuk 62 korban. Jadi sudah lengkap sampel DNA untuk seluruh korban," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta.

Diketahui, berdasarkan data manifest, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 membawa 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Sementara itu, hingga Jumat petang Tim DVI Polri telah menerima 155 kantong jenazah. Adapun jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi sebanyak 17 orang.

Baca Juga: Penyelam Kopaska dan Denjaka TNI AL Temukan Turbin Pesawat Sriwijaya Air

Ke-17 jenazah tersebut yakni atas nama Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Pipit Priyono, Supianto, Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha Prastika, Putri Wahyuni, dan Rahmawati.

Sebanyak empat jenazah teridentifikasi telah diserahkan ke pihak keluarga, masing-masing atas nama Okky Bisma, Asy Habul Yamin, Fadly Satrianto, dan Ricko.

Diketahui Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca. (Antara)

Baca Juga: Besok, Jenazah Agus Minarni Korban Sriwijaya Air Dipulangkan ke Mempawah

Komentar