alexametrics

Kedua setelah Jokowi, Presiden Erdogan Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Kedua setelah Jokowi, Presiden Erdogan Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac.[Anadolu Agency]

Presiden Erdogan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac, setelah Jokowi.

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis (14/1) mendapat suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 buatan Sinovac, kedua setelah Presiden Joko Widodo.

Menyadur Anadolu Agency, Jumat (15/1/2021) Presiden Erdogan menjalani proses penyuntikan vaksin CoronaVac di Rumah Sakit Kota Ankara. "Saya juga divaksinasi," kata Erdogan di jejaring sosial Telegram.

"Saya yakin, terutama jika semua pemimpin politik, anggota parlemen mendorong [penerapan] vaksin COVID-19, itu [keputusan] yang tepat," kata Erdogan.

Erdogan menambahkan bahwa anggota Pengurus Pusat dan Pengurus Pusat Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa juga divaksinasi bersamanya.

Baca Juga: Ikut Langkah Jokowi, Presiden Erdogan Juga Disuntik Vaksin Sinovac

Presiden Erdogan juga mendoakan bagi mereka yang kehilangan nyawa karena Covid-19 dan mendoakan cepat pulih bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Erdogan juga mengatakan bahwa sejauh ini lebih dari 250.000 petugas kesehatan mendapat vaksinasi virus di seluruh negeri.

Mendasari upaya petugas kesehatan di garis depan melawan Covid-19, Erdogan memuji perjuangan mereka melawan penyakit yang pertama kali terdeteksi di kota Wuha, China.

Petugas kesehatan di Turki meluncurkan fase pertama dari upaya vaksinasi Covid-19 nasional pada Kamis (14/1/2021), setelah presiden di vaksin.

Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca menjadi orang pertama yang menerima vaksin CoronaVac di negara tersebut pada hari Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Serupa Satu Sama Lain, Perempuan Pengikut Harun Yahya Jadi Sorotan

Setelah itu, sejumlah menteri dan anggota komite Dewan Penasihat Ilmiah Coronavirus Turki juga ikut divaksinasi.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Turki memiliki 1,1 juta tenaga kesehatan yang akan divaksinasi dalam sebulan.

Setiap orang akan mendapatkan dua dosis vaksin yang diberikan dalam jarak 28 hari. Mereka yang sembuh dari Covid-19 tidak akan divaksinasi dalam empat hingga enam bulan setelah mereka sembuh.

Sebelumnya pada Rabu, badan obat dan peralatan medis resmi Turki menyetujui vaksin CoronaVac untuk penggunaan darurat melawan virus corona.

Batch pertama dari 3 juta dosis vaksin COVID-19 yang dipesan dari SinoVac Biotech China tiba di Turki pada 30 Desember.

Jokowi dan Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: Kolasi foto Sekretariat Presiden)
Jokowi dan Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: Kolasi foto Sekretariat Presiden)

Presiden Turki menjadi pemimpin negara kedua yang mendapatkan vaksin virus corona yang dibuat oleh perusahaan asal China, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (13/1/2021). Jokowi menjadi orang yang pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Jokowi telah melalui empat tahap yaitu klarifikasi data, cek tensi dan klarifikasi sedikit hal kesehatan, penyuntikan oleh dokter kepresidenan dan pemberian kartu tanda suntik pertama telah dilakukan.

Keputusan Jokowi tersebut langsung menarik perhatian dunia, sejumlah media asing ikut menyoroti dan menjadi headline seperti Channel News Asia.

Dalam beritanya yang diunggah Rabu (13/01), media asal Singapura ini menulis Presiden Jokowi meresmikan vaksinasi massal di Indonesia dengan suntikan Sinovac.

"Presiden Jokowi mendapat suntikan Sinovac untuk secara resmi meluncurkan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia." sebut CNA.

Komentar