Ingin Perbaiki Hubungan, Macron Kirim Surat Buat Erdogan: Dear Tayyip

Rendy Adrikni Sadikin | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:38 WIB
Ingin Perbaiki Hubungan, Macron Kirim Surat Buat Erdogan: Dear Tayyip
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Tayyip Erdogan. (AFP)

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron saling kirim surat untuk memperbaiki hubungan. Keduanya sepakat untuk meredakan ketegangan dan melanjutkan pembicaraan.

Menyadur Al Jazeera Sabtu (16/01), Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Erdogan menulis pesan Tahun Baru pada Macron dan menyatakan belasungkawa atas beberapa serangan di Prancis tahun lalu.

Macron menganggapi surat itu dengan positif dan membalasnya dengan sapaan Dear Tayyip dan mengatakan pihaknya terbuka untuk pertemuan, kata Cavusoglu.

"Presiden Macron mengungkapkan pentingnya Turki bagi Eropa dan keinginannya untuk mengembangkan hubungan positif dengan Turki serta untuk bertemu dengan presiden kami di masa mendatang," kata Cavusoglu.

Sementara itu pihak kepresidenan Prancis mengonfirmasi hal ini tanpa memberikan rincian. "Kami sekarang membutuhkan gerakan yang nyata dari Ankara," kata kepresidenan Prancis.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]

Uni Eropa saat ini sedang menyusun daftar orang-orang Turki yang akan diberi sanksi atas penegboran gas alam di perairan Mediterania timur dekat Siprus.

Tahun lalu Ankara dan Paris berselisih untuk masalah internasional, termasuk konflik di Suriah, Libya dan Nagorno-Karabakh. Ketegangan diplomatik itu berkembang jadi perseteruan pribadi antara dua presiden yang panas.

Pada pertemuan dengan pemimpin Uni Eropa, Macron mengatakan bahwa orang Turki pantas mendapatkan sesuatu yang lain selain kebijakan Erdogan.

Pada bulan Oktober, Macron juga mengatakan Islam adalah agama yang sedang krisis secara global dan memicu aksi pemboikotan produk Prancis.

Erdogan yang bergabung dalam aksi itu mengatakan bahwa Macron perlu memeriksa kesehatan mentalnya. Dia menuduh Macron Islamaphobia dan mendesak para pemilih Prancis untuk menyingkirkan Macron secepat mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berharap Macron Segera Lengser, Erdogan: Dia Masalah Bagi Prancis

Berharap Macron Segera Lengser, Erdogan: Dia Masalah Bagi Prancis

News | Minggu, 06 Desember 2020 | 16:44 WIB

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

News | Selasa, 03 November 2020 | 18:47 WIB

Erdogan, yang Ajak Boikot Prancis, Ditantang Tutup Pabrik Renault di Turki

Erdogan, yang Ajak Boikot Prancis, Ditantang Tutup Pabrik Renault di Turki

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2020 | 21:34 WIB

Terkini

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:17 WIB

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:07 WIB

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:06 WIB

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:51 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:19 WIB

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB