Berpatokan pada Waze, Seorang Wanita di Malaysia Sangkal Langgar Aturan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 27 Januari 2021 | 15:52 WIB
Berpatokan pada Waze, Seorang Wanita di Malaysia Sangkal Langgar Aturan
Fitur terbaru Waze. [Waze]

Suara.com - Seorang perempuan di Malaysia didenda 1.000 ringgit karena melakukan perjalanan lebih dari 10 kilometer, namun ia bersih kukuh tidak melanggarkan dengan berpatokan pada aplikasi Waze.

Menyadur World Of Buzz, Rabu (27/1/2021) Acacia Lee dianggap bepergian melebihi 10 km dari rumahnya di Jalan Persiaran Surian, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.

Acacia Lee kemudian tidak terima dan membagikan pengalaman yang membuatnya frustrasi tersebut di media sosial Facebook.

Di postingannya, Acacia mengatakan dia keluar sekitar pukul 10 pagi pada 24 Januari untuk membeli bahan makanan, ia kemudian dihentikan oleh polisi di tengah jalan.

Dia menjelaskan bahwa dia akan membeli beberapa makanan dan telah memeriksa memlui aplikasi Waze bahwa dia masih dalam radius 10 km.

Namun, petugas polisi yang sedang bertugas mengatakan "Itu tidak logis. Apakah Anda memeriksa Waze apakah itu benar?"

Acacia mengungkapkan jika insiden tersebut adalah pertama kali dia dihentikan oleh polisi dan dia tidak bisa berkata-kata.

"Jika Waze tidak benar maka saya tidak tahu mana yang lebih benar selain Google," katanya.

"Polisi meminta SIM saya dan langsung mengarahkan saya ke samping. Banyak orang tak dikenal mulai mengambil foto saya yang menunjukkan bahwa polisi mengeluarkan saya panggilan." tulisnya Acacia.

baca juga

"Petugas polisi lain datang dan mendata saya. Saya menjelaskan kepadanya dengan sopan bahwa saya masih dalam 10km, sebenarnya saya baru saja keluar dari tempat saya." sambungnya.

Acacia menjelaskan bahwa petugas polisi tidak percaya dan bersikeras bahwa ia sudah melanggar dan tidak mematuhi aturan.

Acacia menambahkan, petugas mengatakan kepadanya bahwa jika dia membutuhkan makanan atau bahan makanan, dia bisa mendapatkannya melalui aplikasi ojek online.

Namun, dia mengatakan bahwa menggunakan jasa itu menghabiskan banyak biaya, terutama selama masa-masa sulit ini.

"Saya tidak mampu memenuhi kebutuhan saya tiga kali sehari. Atau haruskah saya mengambil satu kali makan untuk 7 × 3 dan menyimpannya di lemari es atau freezer saya?" jelas Acacia.

Acacia kemudian mengungkapkan jika ia tidak bisa datang ke kantor untuk membayar dendan karena perjalanan yang lebih dari 10 km. "Ini benar-benar tidak adil bagiku," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Kerja di Malaysia untuk Kuliahkan Anak, Pria Lotim Malah Bernasib Pilu

Niat Kerja di Malaysia untuk Kuliahkan Anak, Pria Lotim Malah Bernasib Pilu

Bali | Selasa, 26 Januari 2021 | 19:16 WIB

Marahi Remaja yang Sering Bully Anaknya, Seorang Ayah malah Dikeroyok

Marahi Remaja yang Sering Bully Anaknya, Seorang Ayah malah Dikeroyok

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 10:24 WIB

Sulhan Menahan Tangis, Rela Berutang Buat Kerja di Malaysia Malah Diamankan

Sulhan Menahan Tangis, Rela Berutang Buat Kerja di Malaysia Malah Diamankan

Kalbar | Selasa, 26 Januari 2021 | 13:05 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×