alexametrics

Ajudan Presiden Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Buka Amplop Misterius

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Ajudan Presiden Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Buka Amplop Misterius
Ilustrasi amplop kosong. [Shutterstock]

Amplop kosong itu berisi bubuk misterius yang diduga racun.

Suara.com - Ajudan Presiden Tunisia dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan penglihatan dan sakit kepala mendadak. Ia diduga keracunan saat menerima amplop misterius yang ditujukan untuk presiden.

Menyadur The Hindu Jumat (19/01), ajudan bernama Nadia Akacha ini membuka amplop kosong yang berada di atas mejanya. Pengumuman mengonfirmasi laporan yang beredar tentang seseorang yang mencoba meracuni Presiden.

Pernyataan itu mengatakan bahwa surat diterima hari Senin dari pengirim tak dikenal yang ditujukan kepada Presiden Tunisia Kais Saied. Setelah dibuka, itu ternyata amplop kosong.

"Saat membuka, dia tidak menemukan dokumen tertulis, tapi kesehatannya dengan cepat memburuk. Dia tiba-tiba merasa lemah, hampir kehilangan penglihatannya dan sakit kepala migrain," kata pernyataan itu.

Baca Juga: Oknum ASN Edarkan Sabu Pakai Amplop Lewat Biro Travel

Keterangan yang sama juga mengatakan petugas lain di ruangan itu turut merasa agak sakit.

Ilustrasi surat. (Shutterstock)

"Ajudan ditempatkan di rumah sakit militer Tunisia dan surat itu dikirim untuk dianalisis oleh layanan khusus Kementerian Dalam Negeri," jelas pernyataan itu.

Juru bicara kantor kejaksaan Tunisia, Mohsen Dali, mengatakan sebuah brigade khusus sedang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini.

Pernyataan dari kantor kepresidenan mengatakan telah dibuat keputusan untuk tidak mempublikasikan informasi pada hari kejadian "untuk menghindari penyebaran kepanikan" di antara penduduk.

Dikatakan bahwa Presiden Saied tidak terpengaruh oleh amplop misterius tersebut dan dalam keadaan sehat. Kais Saied, mantan profesor hukum dan orang luar politik, terpilih menjadi presiden pada tahun 2019.

Baca Juga: ILC Berhenti Tayang, Fahri Hamzah Dapat Honor Terakhir: Amplop Bersejarah

Komentar