China Tes Covid-19 Lewat Dubur, Warganya Mengaku Khawatir dan Sangat Malu

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 31 Januari 2021 | 08:51 WIB
China Tes Covid-19 Lewat Dubur, Warganya Mengaku Khawatir dan Sangat Malu
Petugas melakukan tes swab di Kota Bandung. Setelah Wali Kota Oded M Danial, kini Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan terkonfirmasi positif Covid-19. [Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi]

Suara.com - Otoritas kesehatan China melakukan pelacakan Covid-19 kepada warganya dengan metode yang baru yakni tes swab melalui dubur, sejumlah warga mengaku malu saat dites.

Menyadur The Sun, Jumat (29/1/2021) sejumlah dokter di China mengklaim prosedur invasif tersebut bisa lebih efektif dalam mendeteksi virus daripada swab lewat hidung.

China, negara pertama kali virus corona ditemukan lebih dari setahun yang lalu, saat ini mengalami lonjakan kasus terburuk sejak bulan Maret.

Wabah telah menyebabkan banyak kota di bagian utara negara itu ditutup, setelah dua kasus virus varian Inggris dilaporkan ditemukan.

Hal tersebut membuat otoritas harus meluncurkan pengujian massal dengan para pejabat Beijing menargetkan lebih dari dua juta orang dalam 48 jam.

Sampai sekarang orang telah diuji dengan metode usap tenggorokan dan hidung, serta tes antibodi. Tapi sejumlah warga diketahui dites menggunakan asam nukleat rektal, lapor media China.

Lebih Akurat

Pakar kesehatan mengatakan kepada media pemerintah China CCTV bahwa tes swab melalui dubur lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19.

Para pakar mengklaim jejak virus bisa bertahan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan.

baca juga

Tes tersebut dilakukan dengan memasukkan alat usap sekitar 3-5 cm ke dalam rektum dan diputar beberapa kali. Sama halnya dengan metode hidung, alat usap akan dilepas dan ditempatkan ke dalam wadah sampel.

Seluruh prosedur dikatakan memakan waktu sekitar 10 detik, menurut Komisi Kesehatan Nasional China.

Li Tongzeng, wakil direktur yang bertanggung jawab atas penyakit menular di Rumah Sakit You'an Beijing, mengatakan kepada penyiar CCTV: "Sejak dimulainya wabah virus Corona, kami telah menguji virus tersebut terutama menggunakan usap tenggorokan.

"Dalam beberapa kasus tanpa gejala atau pada individu dengan gejala ringan, mereka cenderung sembuh dari penyakit dengan sangat cepat. Mungkin saja tidak akan ada jejak virus di tenggorokan mereka setelah tiga hingga lima hari.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa pada beberapa pasien yang terinfeksi, virus corona bertahan lebih lama di saluran pencernaan atau kotoran mereka daripada di saluran pernapasan mereka." ungkap Li Tongzeng.

Wabah Lokal

China dilaporkan mulai menggunakan metode tersebut setelah seorang bocah lelaki berusia sembilan tahun dites tanpa gejala positif Covid-19 minggu lalu.

Lebih dari 1.200 siswa di sekolahnya di distrik selatan Daxing diuji dengan metode swab melalui dubur tersebut, menurut laporan Global Times.

Sejumlah warga yang sudah merasakan tes swab Covid-19 melalui dubur membagikan pengalamannya di platform media sosial Weibo, Twitter versi China.

"Sangat beruntung saya kembali ke China lebih awal," tulis seorang pengguna.

"Sedikit sakit, tetapi rasanya sangat malu," kata warganet yang lain sembari menggunakan emotikon tertawa.

Orang lain yang telah menjalani prosedur menimpali dengan humor.

"Saya telah melakukan dua usapan anal, setiap kali saya melakukannya, saya harus melakukan usap tenggorokan setelahnya - saya sangat takut perawat akan lupa menggunakan alat usap baru," canda seorang pengguna Weibo.

CCTV mengatakan pada hari Minggu tes swab dubur tidak akan digunakan seluas metode lain, karena teknik itu membuat "tidak nyaman".

China telah memberlakukan persyaratan yang lebih ketat pada kedatangan internasional dalam upaya untuk menjaga transmisi domestik mendekati nol.

China juga memperketat pembatasan di dalam negeri, Beijing mengumumkan bahwa orang-orang dari daerah berisiko menengah atau tinggi dilarang masuk kota mulai Kamis untuk mengurangi risiko penularan virus selama Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, turis yang datang harus menunjukkan hasil tes negatif dan karantina setidaknya selama 14 hari di hotel yang ditunjuk.

Hingga Rabu, China telah melaporkan total 89.272 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi. Korban tewas di negara itu naik satu menjadi 4.636 setelah adanya kasus kematian pada hari Senin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edan, China Berlakukan Tes Swab lewat Dubur

Edan, China Berlakukan Tes Swab lewat Dubur

Lampung | Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:29 WIB

AS Dukung Taiwan Merdeka, China Umumkan Perang

AS Dukung Taiwan Merdeka, China Umumkan Perang

Batam | Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:06 WIB

Sudah Selesai Karantina, WHO Akan Mulai Penyelidikan Asal Usul Virus Corona

Sudah Selesai Karantina, WHO Akan Mulai Penyelidikan Asal Usul Virus Corona

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 06:10 WIB

Terkini

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×