Aksi Demo di Myanmar Masih Lanjut, Menjadi yang Terbesar sejak Tahun 2007

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 08 Februari 2021 | 14:36 WIB
Aksi Demo di Myanmar Masih Lanjut, Menjadi yang Terbesar sejak Tahun 2007
Pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Aksi protes mentang kudeta militer Myanmar terus meluas hingga Senin (8/2) dan menjadi demonstrasi terbesar sejak tahun 2007.

Menyadur Channel News Asia, Senin (8/2/2021) aksi protes pada hari Minggu adalah yang terbesar sejak Revolusi Saffron 2007 yang dipimpin oleh para biksu Buddha yang membantu mendorong reformasi demokrasi.

"Para demonstran dari setiap sudut Yangon, silakan keluar dengan damai dan bergabunglah dengan pertemuan rakyat," kata aktivis Ei Thinzar Maung di Facebook.

Ei Thinzar Maung menggunakan VPN untuk menggalang pengunjuk rasa meskipun ada upaya dari militer untuk memblokir jaringan internet dan media sosial.

Lokasi dan waktu akan diumumkan kemudian, kata mantan pemimpin mahasiswa tersebut, yang muncul sebagai salah satu wajah gerakan protes baru.

Sejauh ini aksi protes berlangsung damai, tidak seperti protes pada 1988 dan 2007 yang terjadi pertumpahan darah.

Sebuah konvoi truk militer terlihat menuju Kota Yangon pada Minggu malam waktu setempat, menimbulkan ketakutan.

Aktivis Maung Saungkha dan Thet Swe Win memposting di halaman Facebook mereka bahwa polisi sedang memburunya, tetapi mereka masih bebas.

Selain aksi protes turun ke jalan, dokter, guru, dan pegawai pemerintah lainnya melakukan aksi mogok kerja sebagai tanda menentang pemerintah militer.

baca juga

"Kami meminta staf pemerintah dari semua departemen untuk tidak hadir bekerja mulai Senin," kata aktivis Min Ko Naing, seorang veteran demonstrasi tahun 1988 yang pertama kali membuat Aung San Suu Kyi menjadi terkenal.

Aung San Suu Kyi memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 untuk kampanye demokrasi, dan menghabiskan hampir 15 tahun di bawah tahanan rumah selama beberapa dekade berjuang untuk mengakhiri hampir setengah abad pemerintahan militer.

Wanita 75 tahun tersebut tidak boleh berkomunikasi sejak panglima militer Min Aung Hlaing merebut kekuasaan pada 1 Februari dini hari.

Suu Kyi menghadapi dakwaan mengimpor enam walkie-talkie secara ilegal dan ditahan di tahanan polisi untuk penyelidikan sampai 15 Februari. Pengacaranya mengatakan dia belum diizinkan untuk menemuinya.

Kudeta tersebut telah menuai kecaman internasional. Dewan Keamanan PBB menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi dan tahanan lainnya, sedangkan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi.

"Para pengunjuk rasa di Myanmar terus menginspirasi dunia saat tindakan menyebar ke seluruh negeri," kata Thomas Andrews, pelapor khusus PBB untuk Myanmar di Twitter.

"Myanmar bangkit untuk membebaskan semua yang telah ditahan dan menolak kediktatoran militer untuk selamanya. Kami bersama Anda." ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes Masih Berlanjut, Warga Myanmar Akhirnya Bisa Akses Internet Lagi

Protes Masih Berlanjut, Warga Myanmar Akhirnya Bisa Akses Internet Lagi

News | Minggu, 07 Februari 2021 | 19:14 WIB

Militer Batasi Akses Internet, Ribuan Warga Myanmar Tetap Turun ke Jalan

Militer Batasi Akses Internet, Ribuan Warga Myanmar Tetap Turun ke Jalan

News | Minggu, 07 Februari 2021 | 11:05 WIB

Protes Kudeta Militer, Ribuan Massa Gelar Aksi Demonstrasi di Myanmar

Protes Kudeta Militer, Ribuan Massa Gelar Aksi Demonstrasi di Myanmar

Foto | Sabtu, 06 Februari 2021 | 19:45 WIB

Terkini

Denny Indrayana Yakin Putusan Hakim MK Soal Ijazah Gibran Tak Akan Bulat

Denny Indrayana Yakin Putusan Hakim MK Soal Ijazah Gibran Tak Akan Bulat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi

Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:22 WIB

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:14 WIB

308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla

308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Sabun Kojie San Apakah Bisa untuk Wajah? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Sabun Kojie San Apakah Bisa untuk Wajah? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Usai Gebrak Asian Games 2026, Menpora Apresiasi Padel Kini Punya Liga Resmi

Usai Gebrak Asian Games 2026, Menpora Apresiasi Padel Kini Punya Liga Resmi

Sport | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla

Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenangan Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Puji Semangat Mereka

Kemenangan Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Puji Semangat Mereka

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×